Kamis, 24 November 2016

Ciri Penghuni Surga Miliki Hati seperti Burung, Apa Maksudnya?



Ciri Penghuni Surga Miliki Hati seperti Burung, Apa Maksudnya?

SIAPA di antara kita yang enggan masuk ke dalam surga? Tentu, semua orang menginginkannya. Mengingat, diketahui baha surga merupakan tempat terinah sepanjang masa. Keindahannya melebihi seisi dunia ini. maka, tak heran, jika banyak orang yang mengidamkan surga sebagai persinggahan terakhirnya.

Nah, menjadi ahli surga tentu tidaklah mudah. Kita harus bisa memenuhi ciri-ciri dari penghuni surga. Salah satunya, dikatakan dalam suatu riwayat bahwa ciri penghuni surga ialah memiliki hati seperti burung.





Hadis itu diriwayatkan Imam Ahamd dalam al-Musnad dan Muslim dalam shahihnya, dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi
bersabda, “Akan ada sekelompok orang yang masuk surga, hati mereka seperti hatinya burung,” (HR. Ahmad 8382 & Muslim 7341).

Lantas, apa yang dimaksud manusia berhati seperti hati burung?
Dalam kitab Syarh Shahih Muslim (17/177), An-Nawawi menyebutkan, ada 3 pendapat ulama dalam memaknai orang yang hatinya seperti hati burung,

Pertama, orang yang hatinya lembut seperti burung. Sebagaimana pujian yang diberikan Nabi
kepada penduduk Yaman. Beliau mengatakan, “Ada penduduk Yaman yang datang di tengah kalian. Mereka manusia yang paling lembut hatinya. Pemahaman agama banyak di Yaman, dan hikmah banyak di Yaman,” (HR. Bukahri 4390 dan Muslim 193).
Kedua, orang yang hatinya mudah takut kepada Allah seperti burung. Sehingga dia menjadi manusia yang mudah kembali kepada kebenaran, bukan anti-nasihat. Merekalah yang dipuji Allah dalam Al-Quran, dan Allah gelari sebagai ulama. Alllah berfirman, “Yang takut kepada Allah di antara para hamba-Nya adalah ulama,” (QS. Fathir: 28).

Ketiga, orang yang hatinya sangat bergantung dan tawakkal kepada Allah seperti burung. Karena itu, Rasulullah
pernah menjadikan burung sebagai lambang tawakkal. Nabi bersabda, “Jika kalian tawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana burung diberi rezeki. Dia berangkat dalam kondisi perut kosong, dan pulang dalam kondisi perut kenyang,” (HR. Ahmad 205 dan Turmudzi 2344 dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Merekalah manusia pilihan, hatinya lembut, mudah kembali kepada kebenaran, mudah menerima ilmu, mudah takut kepada Allah. []

Sumber: konsultasisyariah.com

D U N I A Y A N G T E R B A L I K



D U N I A Y A N G T E R B A L I K

Indonesia mayoritas Islam, tapi, yang paling disudutkan Muslim.

Lebih serem yang pake cadar, dari pada yang pake rok mini.

Lebih serem orang berjenggot, dari pada yang tatoan.

Pake baju tauhid ditangkep, pake baju PKI gapapa.

Lebih curiga sama yang rajin ibadah di mesjid, dari pada orang yang mabok-mabokan dan judi.

Diduga teroris langsung tembak, bandar Narkoba Internasional bisa di nego.

Lebih mentolelir aliran sesat, dari pada syariat.

Dunia sudah kebolak balik?

Yang nyunnah – radikal

Yang nyeleneh – toleran

Yang jilbab syar’i – ekstrem

Yang ga pake jilbab – cantik

Yang menikah lagi - Penjahat

Yang main pelacur - Biasa lelaki

Yang muda sholat 5 waktu – Waspadai

Yang muda ga sholat – masih muda

Yang jenggotan rajin ke masjid – teroris

Yang jenggotan rajin dugem – keren

Yang ke majelis ta’lim pekanan – Fanatik

Yang ke bioskop harian – gaul

Yang hapal Al Qur’an 30 juz – militan

Yang hapal banyak musik – hebat

Yang anaknya di jilbabin – Keterlaluan, melanggar HAM

Yang anaknya pake rok mini – imutnya

Yang pakai baju koko – sok alim

Yang ga pake baju – jantan

Yang hariannya bicara Islam – sok ustadz

Yang hariannya ghibah – up to date

Media islam – radikal
Media porno – kebutuhan

Buka Mata Hati Anda hai manusia!


ﺑَﺪَﺃَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡُ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻭَﺳَﻴَﻌُﻮﺩُ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺪَﺃَ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻓَﻄُﻮﺑَﻰ ﻟِﻠْﻐُﺮَﺑَﺎﺀِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.”
(HR. Muslim no. 208)

Sahabat bertanya siapa kah orang asing itu,
Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab:
Mereka ialah orang-orang yang senantiasa melakukan kebaikan di tengah kerusakan.
(HR. Ahmad) .

Dan ingatlah bahwa kalian semua PASTI MATI dan hanya kepada Allah Tabaroka wa Ta'āla kalian akan kembali serta dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatan kalian
Maka segeralah bertobat selagi masih ada kesempatan..

Adakah Sholat Qabliyah Sebelum Maghrib?



Adakah Sholat Qabliyah Sebelum Maghrib?

Pendapat yang benar, shalat sunah qabliyah subuh hukumnya dianjurkan. Hanya saja, statusnya tidak sebagaimana rawatib lainnya. shalat qabliyah maghrib sunah biasa.
Ibnul Qayyim mengatakan,

“Di dalam Shahihain terdapat hadits dari Abdullah Al-Muzani dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau mengatakan, ‘Shalatlah sebelum Maghrib! Shalatlah sebelum Maghrib!’ dan beliau katakan di ketiga kalinya, ‘Bagi yang mau’ karena tidak ingin dijadikan kebiasaan oleh umatnya. Inilah yang benar, yakni bahwasannya shalat ini hanya shalat sunnah biasa, bukan termasuk shalat sunnah rawatib seperti shalat sunnah rawatib yang lain.” (Zadul Ma’ad, 1/312).

Allahu a’lam.
Sumber: https://konsultasisyariah.com/28650-adakah-shalat-sunah-qab…

Aku bangga menjadi Muslim



AKU adalah muslim . 

Aku bangga menjadi Muslim karena sejarah telah membuktikan bahwa:
Bukan Muslim yang memulai perang dunia pertama
Bukan Muslim yang memulai perang dunia ke dua
Bukan Muslim yang menghancurkan Hirosima dan Nagasaki dengan menggunakan bom atom
Bukan Muslim yang membunuh 200 juta orang Indian di Amerika utara.
Bukan Muslim yang menghabisi 80 juta orang Indian di Amerika Selatan
Bukan Muslim yang menghabisi 90 juta orang Aborigin di Australia.
BUkan Muslim yang mengambil 180 juta orang Afrika sebagai budak dan membuang 70% dari mereka yang meninggal ke laut Atlantik.
Bukan Muslim yang menjajah negara Indonesia , Boznia , Afganistan , Eithiopia , Palestina, Irak dan masih banyak lagi...
Bukan Muslim yang memulai perang di Poso , Ambon , Maluku , Papua, Sampit .
Bukan Muslim yang menfitnah Irak dengan isu senjata pemusnah massal.
Bukan Muslim yang merebut ladang minyak di Timur Tengah.
Bukan Muslim yang suka menghina nabi dan agama lainnya.
Dan Aku bangga Islam tidak pernah berteriak sebagai agama damai , karena muslim tidak pernah menyerang siapa siapa.
Islam tidak pernah meneriakkan HAM dan toleransi , namun Muslim paling toleran dibanding Pendekar HAM Amerika" yang rasis terhadap kulit hitam , dibanding Prancis yang menolak jilbab , di banding Swedia yang menolak adzan , dibanding Swiss yang melarang pendirian masjid.
Muslim mayoritas itu toleransi , muslim minoritas itu pemberani , tapi tidak ada toleransi untuk melanggar perintah Allah.
Muslim bukan anjing yang serakah akannafsu  menjajah , Muslim bukan Babi yang rakus akan nafsu membumi hangus , Muslim bukan monyet licik yang selalu menebar fitnah.
Muslim tidak akan mencari musuh dan haram bagi muslim untuk lari dari musuh.

Rabu, 23 November 2016

Bolehkah Istri Memaksa Suami Berjimak?



Bolehkah Istri Memaksa Suami Berjimak?

Jika artikel berikut; Istri Menolak Ajakan Suami untuk Berhubungan Badan, dijelaskan bahwa istri yang menolak ajakan suami berjimak akan dilaknat malaikat sampai pagi. Bagaimana jika suami yang menolak ajakan istri untuk berjimak. Apakah juga dilaknat?
Dan bolehkah istri meminta suaminya untuk berjimak?
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Kami tidak menjumpai adanya riwayat bahwa seorang suami akan dilaknat Malaikat karena tidak mau memenuhi ajakan istrinya untuk melakukan hubungan badan.
Hanya saja, jika penolakan suami ini sampai pada taraf menelantarkan hak istri yang menjadi kewajibannya, maka suami berdosa, karena dia mendzalimi istrinya. Misalnya karena alasan bosan atau males, dia tidak pernah berhubungan badan dengan istrinya.
Allah perintahkan kepada suami untuk mempergauli istrinya dengan baik. Dengan memenuhi setiap kebutuhannya, baik nafkah lahir, dan tentu saja nafkah bathin. Semua lelaki memahami, wanita juga ingin mendapatkan kenikmatan batin bersama suaminya.

Allah berfirman,

 وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Wanita punya hak (yang harus ditunaikan suaminya sesuai ukuran kelayakan), sebagaimana dia juga punya kewajiban (yang harus dia tunaikan untuk suaminya). (QS. al-Baqarah: 228)
Karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan beberapa sahabatnya yang waktunya hanya habis beribadah, sehingga tidak pernah menjamah istrinya.
Aisyah bercerita,
Saya pernah menenui Khoulah bintu Hakim, istrinya Utsman bin Madz’un. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Khoulah suasananya kusam, seperti tidak pernah merawat dirinya. Beliaupun bertanya kepada A’isyah,

يَا عَائِشَةُ، مَا أَبَذَّ هَيْئَةَ خُوَيْلَةَ؟

“Wahai Aisyah, Khoulah kok kusut kusam ada apa?”
Jawab Aisyah,
“Ya Rasulullah, wanita ini punya suami, yang setiap hari puasa, dan tiap malam tahajud. Dia seperti wanita yang tidak bersuami. Makanya dia tidak pernah merawat dirinya.”
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh seseorang untuk memanggil Utsman bin Madz’un. Ketika beliau datang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasehat,

يَا عُثْمَانُ، أَرَغْبَةً عَنْ سُنَّتِي؟ ” قَالَ: فَقَالَ: لَا وَاللهِ يَا رَسُولَ اللهِ، وَلَكِنْ سُنَّتَكَ أَطْلُبُ، قَالَ: ” فَإِنِّي أَنَامُ وَأُصَلِّي، وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ، وَأَنْكِحُ

النِّسَاءَ، فَاتَّقِ اللهَ يَا عُثْمَانُ، فَإِنَّ لِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِضَيْفِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَصُمْ وَأَفْطِرْ، وَصَلِّ وَنَمْ

“Wahai Utsman, kamu membenci sunahku?”
“Tidak Ya Rasulullah. Bahkan aku selalu mencari sunah anda.”
“Kalau begitu, aku tidur dan aku shalat tahajud, aku puasa dan kadang tidak puasa. Dan aku menikah dengan wanita. Wahai Utsman, bertaqwalah kepada Allah. Karena istrimu punya hak yang harus kau penuhi. Tamumu juga punya hak yang harus kau penuhi. Dirimu punya hak yang harus kau penuhi. Silahkan puasa, dan kadang tidak puasa. Silahkan tahajud, tapi juga harus tidur.” (HR. Ahmad 26308 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).
Pesan ini juga pernah disampaikan Salman kepada Abu Darda, karena beliau tidak pernah tidur dengan istrinya,

 إِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَلِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَلِضَيْفِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا فَأَعْطِ كُلَّ ذِى حَقٍّ حَقَّهُ

Sesungguhnya dirimu punya hak yang harus kau tunaikan. Tamumu punya hak yang harus kau tunaikan. Istrimu punya hak yang harus kau tunaikan. Berikan hak kepada masing-masing sesuai porsinya.
Pernyataan Salman ini dibenarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
(HR. Turmudzi 2413 dan dishahihkan al-Albani).

Suami Tetap Dapat Pahala Meskipun Tidak Bernafsu
Ketika suami melayani permintaan istri, tidak selalu harus karena memuaskan dorongan nafsu pribadinya. Dia bisa hadirkan niat yang lain, seperti agar mendapat anak atau untuk memuaskan istrinya. Sehingga kehormatan istrinya lebih terjaga. Karena setiap hubungan badan bisa bernilai sedekah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

“Dalam setiap hubungan badan yang kalian lakukan, bernilai sedekah.” (HR. Ahmad 21473 dan Muslim 2376)

Ibnu Qudamah pernah menyebutkan dialog Imam Ahmad dengan muridnya,

يؤجر الرجل أن يأتي أهله وليس له شهوة؟ فقال: إي والله يحتسب الولد، وإن لم يرد الولد، يقول: هذه امرأة شابة لم لا يؤجر؟!

“Apakah suami mendapat pahala ketika dia berhubungan badan dengan istrinya sementara dia tidak bernafsu?”
“Tentu saja, demi Allah. Dia bisa berharap dapat anak.” Jawab Imam Ahmad.
“Kalau tidak menghasilkan anak?” tanya sang murid.
Jawab Imam Ahmad, “Ini istrinya masih muda, bagaimana mungkin tidak mendapat pahala?!” (al-Mughni, 8/144).
Maksud Imam Ahmad, ketika istri itu masih muda, dia juga memiliki syahwat yang harus dipenuhi suaminya. Meskipun suami lagi tidak selera, tapi melayani istri dalam hal ini, bisa berpahala.
Sehingga boleh saja, bahkan dianjurkan ketika istri mengajak dan meminta istrinya untuk ‘beramal’ dan ‘bersedekah’.

Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits

Sumber: https://konsultasisyariah.com