Minggu, 05 Maret 2017

ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKAN SHALAT BERJAMAAH



ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKAN SHALAT BERJAMAAH

Assalamu'alaikum wbr. Sahabat, saudara/ri ku , ihwatan Iman yang di rahmati Allah SWT, Insya Allah kita semua diberikan nikmat sehat dan waktu luang , nikmat yang lain yang tak mungkin kita menghitung satu satu...
1. Hadits ke 1
Dari Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma , ia mengatakan bahwa Baginda Rosulullah SAw bersabda , " Barangsiapa mendengar adzan dan tidak memenuhinya tanpa udzur , maka shalat yang dikerjakannya tidak akan diterima."
Para sahabat R.A bertanya ," Apa udzurnya? "
Beliau menjawab," Takut atau sakit".
( HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah, dari kitab At Targhib)
Maksud " tidak akan diterima shalatnya" ialah ia tidak mendapat pahala dan anugerah dari shalatnya, meskipun kewajiban yang tertunaikan. Inilah makna hadits-hadits yang lafadznya laa shalata yang artinya tidak ada shalat. Sebab keutamaan shalat yang seharusnya ada, yaitu sebagai penyebab pahala dan anugerah, tidak terdapat dalam shalatnya.
Inilah pendapat Abu Hanifah Rahmatullah 'alaih .
Sedangkan pendapat sebagian sahabat Radiyallahu'anhum dan sebagian tabi'in Rahmatullah 'alaihim , berdasar hadits hadits ini , berpendapan bahwa meninggalkan shalat berjamah tanpa udzur itu haram, dan shalat berjamaah itu fardu, sehingga banyak ulama yang berpendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat berjmaah tidak sa shalatnya.
Sedangkan dalam madzab Hanafi walaupun shalatnya sah, tetapi mereka berdosa karena meninggalkan perintah berjamaah.
Sayyidina Ibnu Abbas Radiyallahu'anhuma meriwayatkan sebuah hadits bahwa ia berdosa karena mengingkari Allah Subhanallahu wata'ala dan rosul Nya .
Ia berkata," Barang siapa mendengar adzan , lalu ia tidak shalat berjamaah , berarti ia tidak menghendaki kebaikan dan tidak dikehendaki mendapat kebaikan."
Sayyidina Abu Hurairah radiyallahu 'anhu berkata , " Barangsiapa mendengar adzan lalu tidak shalat berjamaah , maka lebih baik dituangkan timah mendidih kelubang telinganya."



ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKAN SHALAT BERJAMAAH SELEPAS MENDENGAR ADZAN.

HADITS KE 2.
Dari Sayyidina Mu'adz bin Anas Radiyallahu'anhu , Baginda rosulullah SAW bersabda ," Benar benar keras kepala , kufur dan nifak , orang yang mendengar seruan muadzin untuk shalat , tetapi ia tidak memenuhinya ."
( HR. Ahmad , Thabrani , dari kitab at-Targhib)
Faedah
Sungguh keras ancaman dan celaan dalam hadits ini , sehingga perbuatan itu digolongkan perbuatan orang kafir dan munafik. Seolah olah hal itu tidak mungkin terjadi pad seorang muslim.
Dinyatakan dalam hadits lain ," Cukuplah keburukan dan kerugian seseorang jika ia mendengar adzan tetapi tidak memenuhinya."
Sayyidina Sulaiman bin Abi Hatsmah Radiyallahu'anhu , adalah seorang sahbat yang punya kedudukan yang tinggi . ialahir pada zaman Baginda Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, karena masih kecil sehingga belum bisa meriwayatkan hadits hadits yang didengar dari Baginda Rosulullah.
Pada zaman khalifah Umar Radiyallahu'anh , ia ditugasi mengawasi pasar. Suatu hari Sayyidina Umar Radiyyallahu'anhu tidak menjumpai dalam shalat berjamaah shubuh. Lalu sayyidina Umar r.a pergi kerumahnya dan bertanya kepada ibunya ," Mengapa Sulaiman tidak datang shalat shubuh berjamaah hari ini?"
Ibunya menjawab,"Ia shalat semalam sunah suntuk ( kemudian ia shalat shubuh dirumah), karena mengantuk ia terus tidur."
Sayyidina Umar Radiyallahu'anhu berkata," Aku lebih menyukai shalat shubuh berjamaah daripada shalat sunnah semalam suntuk."
Wasalam, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar