ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKAN SHALAT BERJAMAAH
Assalamu'alaikum wbr. Sahabat, saudara/ri ku , ihwatan Iman
yang di rahmati Allah SWT, Insya Allah kita semua diberikan nikmat sehat dan
waktu luang , nikmat yang lain yang tak mungkin kita menghitung satu satu...
1. Hadits ke 1
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma , ia
mengatakan bahwa Baginda Rosulullah SAw bersabda , " Barangsiapa mendengar
adzan dan tidak memenuhinya tanpa udzur , maka shalat yang dikerjakannya tidak
akan diterima."
Para sahabat R.A bertanya ," Apa udzurnya? "
Beliau menjawab," Takut atau sakit".
( HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah, dari kitab At
Targhib)
Maksud " tidak akan diterima shalatnya" ialah ia
tidak mendapat pahala dan anugerah dari shalatnya, meskipun kewajiban yang
tertunaikan. Inilah makna hadits-hadits yang lafadznya laa shalata yang artinya
tidak ada shalat. Sebab keutamaan shalat yang seharusnya ada, yaitu sebagai
penyebab pahala dan anugerah, tidak terdapat dalam shalatnya.
Inilah pendapat Abu Hanifah Rahmatullah 'alaih .
Sedangkan pendapat sebagian sahabat Radiyallahu'anhum dan
sebagian tabi'in Rahmatullah 'alaihim , berdasar hadits hadits ini ,
berpendapat bahwa meninggalkan shalat berjamah tanpa udzur itu haram, dan
shalat berjamaah itu fardu, sehingga banyak ulama yang
berpendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat berjmaah tidak sa shalatnya.
Sedangkan dalam madzab Hanafi walaupun shalatnya sah, tetapi
mereka berdosa karena meninggalkan perintah berjamaah.
Ibnu Abbas Radiyallahu'anhuma meriwayatkan sebuah
hadits bahwa ia berdosa karena mengingkari Allah Subhanallahu wata'ala dan
rosul Nya .
Ia berkata," Barang siapa mendengar adzan , lalu
ia tidak shalat berjamaah , berarti ia tidak menghendaki kebaikan dan tidak
dikehendaki mendapat kebaikan."
Abu Hurairah radiyallahu 'anhu berkata , "
Barangsiapa mendengar adzan lalu tidak shalat berjamaah , maka lebih baik
dituangkan timah mendidih kelubang telinganya."
ANCAMAN BAGI YANG MENINGGALKAN SHALAT BERJAMAAH SELEPAS
MENDENGAR ADZAN.
HADITS KE 2.
Dari Mu'adz bin Anas Radiyallahu'anhu , Baginda
rosulullah SAW bersabda ," Benar benar keras kepala , kufur dan
nifak , orang yang mendengar seruan muadzin untuk shalat , tetapi ia tidak
memenuhinya ."
( HR. Ahmad , Thabrani , dari kitab at-Targhib)
Faedah
Sungguh keras ancaman dan celaan dalam hadits ini , sehingga
perbuatan itu digolongkan perbuatan orang kafir dan munafik. Seolah olah hal
itu tidak mungkin terjadi pad seorang muslim.
Dinyatakan dalam hadits lain ," Cukuplah keburukan dan
kerugian seseorang jika ia mendengar adzan tetapi tidak memenuhinya."
Sayyidina Sulaiman bin Abi Hatsmah Radiyallahu'anhu , adalah seorang
sahbat yang punya kedudukan yang tinggi . ialahir pada zaman Baginda Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam, karena masih kecil sehingga belum bisa
meriwayatkan hadits hadits yang didengar dari Baginda Rosulullah.
Pada zaman khalifah Umar Radiyallahu'anh , ia ditugasi
mengawasi pasar. Suatu hari Umar Radiyyallahu'anhu tidak menjumpai
dalam shalat berjamaah shubuh. Lalu Umar r.a pergi kerumahnya dan
bertanya kepada ibunya ," Mengapa Sulaiman tidak datang
shalat shubuh berjamaah hari ini?"
Ibunya menjawab,"Ia shalat semalam sunah suntuk (
kemudian ia shalat shubuh dirumah), karena mengantuk ia terus tidur."
Umar Radiyallahu'anhu berkata," Aku lebih menyukai shalat
shubuh berjamaah daripada shalat sunnah semalam suntuk."
HADITS KE 3
Dari Abu Hurairah Radiyallahu'anhu, Baginda
Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Sunggguh aku
ingin menyuruh pemuda pemuda agar mengumpulkan beberapa ikat kayu bakar untukku
, lalu kudatangi orang- orang yang shalat dirumah mereka tanpa udzur, dan ku
bakar rumah rumah mereka sedangkan mereka didalamnya."
( HR. Muslim , Abu Daud , Ibnu Majah, At- Tirmidzi dari
kitab at Targhib)
Faedahnya....
Baginda Rosulullah shallallahu'alaihi wasallam amat
menyayangi umatnya sehingga beliau tidak tega melihat umatnya ditimpa kesulitan
sekecil apapun . Namun demikian , betapa marahnya Beliau kepada mereka yang
mengerjakan shalat fardhu dirumah tanpa udzur, sampai beliau menyatakan
berkeinginan membakar rumah mereka( sebagai ancaman.
HADITS KE 4
Dari Abu Darda '
radiyallahu'anhu , ia berkata ,
" Aku mendengar
Baginda Rosulullah Shallalllahu'alaihi wasallam bersabda,
" Tidak ada tiga orang yang tinggal disebuah
kampung atau disuatu padang sahara dan mereka tidak mengadakan shalat berjamaah
, kecuali setan akan menguasai mereka. Jika ia sendirian , setan akan
memangsanya."
( HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i , Ibnu Khuzaimah dan ibnu
Hibban )
Hdits tersebut menjelaskan bahwa walaupun hanya tiga orang
yang sibuk bekerja disuatu kebun , hendaknya mereka tetap mendirikan shalat
berjamaah. Bahkan walau hanya dua orang , shalat berjamaah lebih baik bagi
mereka. Pada umumnya para petani meninggalkan shalat berjamaah dengan alasan
sibuk bertani, dan mereka yang merasa mengerti agama pun shalat sendirian.
padahal para pertani tersebut berkumpul di suatu tempat , mereka tentu bisa
melaksanakan shalat berjamaah besar dan menghasilkan pahala yang besar pula.
Untuk mendapatkan sedikit uang saja mereka mau bersusah payah , tanpa peduli
hujan , panas, petir , dingin dan lain lain
tetapi sayang mereka menyia-nyiakan pahala besar tanpa merasa rugi
sedikit pun.Jika mereka shalat di padang maka pahalnya akan lebih besar.
Dinyatakan dalam sebuah hadits pahalanya mencapai lima puluh
shalat.Dinyatakan dalam sebuah hadits bahwa seorang pengembala
baik diatas gunung maupun ditengah padang yang mengumandangkan adzan dan
mendirikan shalat , Allah subhana wa ta'ala sangat menyukainya dan Allah
subhana wata'ala bangga kepada mereka dihadapan para malaikat ,
" Lihatlah hamba-Ku yang mendirikan adzan , lalu ia mendirikan
shalat . Ini semua karena rasa takutnya kepada-Ku.Sungguh , aku telah
mengampuninya dan Aku memutuskan untuk memasukkannya ke dalam surga."
(dari Kitab Al misykat)
KEPENTINGAN SHALAT FARDHU DIBANDINGKAN DENGAN SHALAT SUNNAH
HADITS KE 5
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhuma , sesungguhnya
ia ditanya tentang seseorang yang berpuasa siang hari , berdiri(shalat) malam
hari , tetapi tidak menghadiri shalat berjamaah dan tidak menyertai shalat
Jum'at , maka Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhuma menjawab ,
" Ia berada di
neraka."
( HR. Tirmidzi, dari kitab At Targhib)
Faedah
Seorang muslim yang disiksa di neraka , suatu ketika akan
dikeluarkan (juga) dari neraka, tetapi tidak diketahui berapa lama ia akan
berada dalam neraka.
Sebagian sufi yang jahil hanya mementingkan dzikir dan
shalat sunnah tanpa mempedulikan shalat berjamaah dan menyangka dirinya orang
yang shalih. Padahal kesempurnaan ke shalih an adalah dengan mengikuti Baginda
Rosulullah Shallallahu 'alaihi wasallam . Sebuah hadits menyebutkan bahwa ada tiga
orang yang dilaknat Allah subhanallahu wata'ala, yaitu imam yang dibenci
makmumnya( dengan alasan masuk akal) , wanita yang suaminya tidak ridho
kepadanya , dan orang yang mendengar adzan namun tidak pergi shalat berjamaah.
HADITS KE 6
Ibnu Mardawaih Rahmatullah'alaih telah meriwayatkan dari
Ka'ab Al Hibr Rahmatullah'alaih , Ia berkata ," Demi dzat yang telah
menurunkan Taurat kepada Nabi Musa Alaihis sallam , injil kepada Nabi Isa
Alaihis sallam , Zabur kepada Nabi Dawud Alaihis salam , dan Al Qur'an kepad
Baginda Muhammad Rosulullah shallallahi wasallam , ayat ayat ini diturunkan
mengenai nasib buruk pada hari kiamat yang akan menimpa orang orang yang tidak
shalat berjamaah di tempat adzan dikumandangkan. (Arti ayatnya adalah): "
pada hari ketika betis disingkapkan , dan mereka dipanggil untuk sujud tetapi
mereka tidak mampu sujud , pandangan mereka tunduk ke bawah karena malu, mereka
diselubungi kehinaan , dan sungguh semasa di dunia mereka diseru untuk sujud
sedangkan mereka ketika itu dalam keadaan sehat wal afiat ( tetapi mereka
enggan bersujud)."
QS al Qolam : 42-43 (HR. Baihaqi dari kitab Durrul Mantsur )
Faedah
Makna 'hari betis disingkapkan' adalah tajallinya Allah yaitu Allah subhana
wata'ala menampakkan ke agungan Nya di padang mahsyar, sehingga seluruh kaum
muslimin akan bersujud melihatnya , tetapi sebagian mereka ada punggungnya
mengeras , sehingga tidak bisa sujud. Siapakah mereka ? Banyak penafsiran dari
para ahli tafsir tentang hal ini .
Pertama.
Ka'ab Al Kibr Rahmatullah 'alaih , Ibnu Abbas
Radiyallahu'anhuma, dan yang lain menfsirkan bahwa mereka orang yang diseru untuk shalat berjamaah tetapi tidak
memenuhinya.
Kedua
Dalam kita Bukhari , Abu Sa'idAl Khudri
Radhiyallahu'anhuma berkata ," Aku mendengar Baginda Muhammad
shallallahu'alaihi wasallam bersabda:"
Mereka adalah orang yang ketika di dunia shalat dengan riya dan ingin dilihat
oleh orang lain."
Ketiga
Menyatakan mereka adalah kaum munafik . Hanya allah subhana
wata'ala yang maha tahu dan yang maha sempurna ilmu Nya.
Keempat
Menyatakan bahwa mereka adalah orang orang kafir yang ketika
didunia benar benar tidak pernah shalat.
Penafsiran Ibnu Abbas radiyallahu'anhuma sebagai
Imam para mufassir , menjelaskan betapa dasyatnya huru hara di padang mahsyar,
sehingga seluruh kaum muslimin sibuk bersujud . tetapi orang orang yang tidak
shalat berjamaah , dengan penuh hina tidak dapat bersujud . Masih banyak
ancaman yang lain bagi orang yang tidak mau shalat berjamaah.
Mari bersemangat shalat berjamaah.... Bagi Muslim di masjid
atau mushalla dan muslimat yang lebih afdolf di rumah masing masing.
Semoga bermanfaat. Wassalam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar