Kenapa PARA
PEKERJA DA'WAH (DA'I) Tak Pernah Kelaparan Ketika Khuruj
Fi Sabilillah
~Kargozari
Bayan oleh Maulana Syamim (India)
Jord Qudama, Cikampek 2-12-16~
"Saat
ini kita memasuki zaman "istiqbal", artinya, semua pekerja dakwah
telah
dipandang indah (dari segi akhlak, ibadah, muamalah dan muasyarah) oleh
orang-orang
awam.
Maka para pekerja dakwah ini mulai ditawari ke-dunia-an oleh
mereka, ini tidak mengapa
asalkan tidak melepaskan usaha dakwah ini.
Para
Shahabat Radhiallahu'anhum berkorban di jalan Allah habis-habisan dan ini
mereka
fahami sebagai investasi, sedangkan untuk membelanjakan perkara dunia
dianggap sebagai
pengeluaran yang harus hitung-hitungan.
Terbalik
dengan zaman sekarang, untuk biaya sekolah anak, keperluan RT, kenderaan,
kosmetik dll yang berbau keduniaan tak tanggung-tanggung mengorbankan harta bahkan
dianggap sebagai investasi.
Sedangkan
untuk akherat dianggap sebagai pengeluaran yang masih sangat perlu
diperhitungkan.
Astagfirullahal'adziim
Astagfirullahal'adziim
Dahulu,
Maulana Ilyas rah. beserta keluarganya menyebarkan usaha dakwah ini hingga
mereka menjadi fakir, miskin-papa. Bahkan 3 hari berturut-turut mereka berpuasa,
sahur dan
berbuka dengan buah-buahan yang hidup di hutan liar.
Kemudian
beliau didatangi tamu dengan membawa nasi minyak samin sambil berkata;
"Maafkan saya, sebenarnya sudah dari 3hari yang lalu saya ingin mengantarkan nasi minyak
"Maafkan saya, sebenarnya sudah dari 3hari yang lalu saya ingin mengantarkan nasi minyak
samin ini, tetapi saya lupa".
Maka Beliau
berdoa pada Allah " Ya Allah, janganlah engkau buat lapar setiap pekerja
dakwah yang khuruj fii sabilillah"
Maka asbab
kejadian dan doa ini setiap pekerja dakwah tak pernah merasa kekurangan
makanan
dan minuman.
~~~
Insya Allah
yang pernah keluar bahkan yang tiga haripun merasakannya.
Thanks :
Ratna Wilis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar