Selasa, 03 Januari 2017

MENANGGAPI UCAPAN "ANDA SOK PALING BENAR"



MENANGGAPI UCAPAN "ANDA SOK PALING BENAR"

Sobat, mungkin anda sering mendengar tuduhan atau ucapan semacam di atas.
Terlebih lagi bila anda adalah lelaki berjenggot, bercelana cingkrang atau wanita muslimah
yang menutup rapat aurat anda. Terlebih lagi bila anda senantiasa meminta dalil dalam
setiap urusan agama. Nah, pada saat menghadapi tuduhan semacam itu, apakah yang
anda ucapkan atau lakukan?
Anda berang? Anda buru buru menepis dan berkata : “aah tidak, saya tidak merasa paling benar!”
Sobat! Coba camkan jawaban anda, bila ternyata anda tidak merasa paling benar lalu mengapa anda mengamalkan bahkan mengajarkan pilihan anda kepada yang lain? Dan mengapa anda enggan
menggantinya dengan pilihan lain?
Sebagai seorang muslim, sewajarnya untuk senantiasa memilih yang terbenar dan terbaik.
Sangat nista bila anda memilih yang tersalah, atau paling kurang pilihan yang salah, terlebih
dalam urusan agama. Untuk urusan pasangan hidup saja saya yakin anda berusaha memilih
yang the best dari yang ada atau dari yang bisa anda dapatkan. Dengan demikian wajar bila
anda setia kepada pilihan anda. Alangkah meruginya bila dalam urusan pasangan hidup anda
bersikap “asal dapat” apalagi memilih yang buruk, terlebih lagi bila pilihan yang terburuk.
Walaupun tentunya, apapun pilihan anda bukan berarti anda pantas untuk membusungkan
dada apalagi meremehkan pilihan orang lain, karena tentunya mereka juga telah berusaha
untuk memilih yang terbaik menurut persepsi mereka.
Karena itu dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ، وَغَمْطُ النَّاسِ

“Kesombongan yang sejati ialah bila engkau menolak kebenaran dan meremehkan orang lain”
 (HR. Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar