Membayar Utang
Sebaik-baik orang adalah yang mudah dalam mengambalikan
utang.
(Bukhari, Nasa' i,Ibnu Majah, TIrmidzi)
berutang hendaknya berniat sungguh-sungguh untuk membayar
utang.
(Bukhari, Muslim)
Barangsiapa dalam hatinya ada niat dan kesungguhan untuk
membayar utangnya maka
Allah swt. akan membantunya dan mempemudah baginya untuk
membayar utang.
(Bukhari, Muslim, Nasa' i, Ibnu Majah, Hakim)
Barangsiapa dalam hatinya tidak ada niat untuk membayar
utangnya, maka Allah swt akan
menuntutnya pada hari Kiamat sebagai pencuri.
(Hakim)
Barang siapa tidak ada niat untuk membayar utangnya, maka
pahala kebaikannya akan
dialihkan kepada yang memberi piutang, jika masih belum
terpenuhi, maka dosa-dosanya
yang memberi piutang akan dialihkan kepada orang
yang berutang
( Thabrani, Hakim).
Menunda nunda pernbayaran utang padahal mampu membayarnya,
adalah perbuatan dhallm.
(Thabrnnl, Abu Dawud)
Barangsiapa menunda-nunda pembayaran utang, padahal ia mampu
rncmbayarnya, maka
bertambah satu dosa baginya setiap hari.
(Baihaqi)
Barang yang berutang, dan ia mampu untuk membayar, tetapi
tidak membayarnya, maka
boleh bagi pemberi piutang untukmenuntutnya, meminta
hartanya, ataupun menghukumnya.
(Nasa'i, Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Hakim)
Bagi yang berutang dan belum dapat membayarnya, maka selama
ia belum dapat membayar utang, dianjurkan agar sebanyak-banyaknya membaca surat
Ali Imran ayat 26.
(Baihaqi)
Disunnahkan agar segera mengucapkan 'tahmid' setelah dapat
membayar utang .
(Bukhari, Muslim, Nasa' i, Ahmad)
Do'a agar dipermudah membayar utang:
"Ya Allah, cukupkaniah daku dengan apa-apa yang Engkau
haialkan dari apa-apa yang
Engkau haramkan, juga kayakaniah aku dengan
keulamaan-Mu dari siapapun seiain-Mu. "
Atau do'a:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari
kesedihan dan gundah guiana.
Dan aku berlindung kepada-Mu dari keiemahan dan
kemaiasan. Dan alku berlindung
kepada-Mu dari kebakhilan dan ketakutan. 'dan
aku berlindung kepada-Mu dari beban
utang dan tekanan manusia. "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar