Rabu, 28 Desember 2016

Membaca Surat Jin Malam Hari, Jin akan Hadir



Membaca Surat Jin Malam Hari, Jin akan Hadir

Pertama, Kami tidak menjumpai adanya riwayat yang berisi anjuran untuk membaca surat jin
di waktu malam.
Riwayat shahih yang kami jumpai terkait surat yang dianjurkan untuk dibaca di malam hari,
hanya ada 2 surat,
[1] Surat as-Sajdah
[2] Surat al-Mulk
Dalam hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ (الم تَنْزِيلُ) وَ (تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ)

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tidur sampai beliau membaca surat as-Sajdah
dan surat al-Mulk.
 (HR. Ahmad 14659, Turmudzi 3135, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kedua, jin pernah hadir ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca al-Quran
Pernyataan ini benar, bahwa jin pernah hadir, mendengarkan dan memperhatikan bacaan
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan setelah itu mereka masuk islam dan menjadi da’i,
mengajak bangsa jin untuk masuk islam.
Allah ceritakan ini dalam al-Quran,

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآَنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ ( ) قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran,
maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”.

Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.
(**) Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran)
yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi
memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.”
(QS. al-Ahqaf: 29-30)

Ibnu Katsir membawakan riwayat bahwa ini terjadi ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
shalat isya di daerah Nakhlah, di Ukadz.
Di ayat lain, Allah juga menceritakan adanya jin yang mendengarkan al-Quran berikut
testimoni mereka setelah mendengarkan al-Quran. Cerita itu Allah sebutkan panjang lebar
di surat al-Jin,

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآَنًا عَجَبًا ( ) يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآَمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan
sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan
Al Quran yang menakjubkan, ( ) (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu
kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun
dengan Tuhan kami.
(QS. al-Jin: 1 – 2)





Masuk Surga Bukan dengan Amalan, Benarkah?



Masuk Surga Bukan dengan Amalan, Benarkah?

Kita masuk surga bukan dengan amalan kita, benarkah?
Dalam hadits disebutkan,
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ
Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816)
Sedangkan firman Allah Ta’ala,
سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid: 21). Dalam ayat ini dinyatakan bahwa surga itu disediakan bagi orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Berarti ada amalan.
Begitu pula dalam ayat,
ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An-Nahl: 32)
وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az-Zukhruf: 72)
Seakan-akan ayat dan hadits itu bertentangan. Ayat menyatakan, kita masuk surga karena amalan dan keimanan kita. Sedangkan hadits menyatakan, faktor terbesar masuk surga adalah karena karunia Allah.
Ada beberapa penjelasan para ulama mengenai hal ini:
1. Yang dimaksud seseorang tidak masuk surga dengan amalnya adalah peniadaan masuk surga karena amalan.
2. Amalan itu sendiri tidak bisa memasukkan orang ke dalam surga. Kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah, tentu tidak akan bisa memasukinya. Bahkan adanya amalan juga karena sebab rahmat Allah bagi hamba-Nya.
3. Amalan hanyalah sebab tingginya derajat seseorang di surga, namun bukan sebab seseorang masuk ke dalam surga.
4. Amalan yang dilakukan hamba sama sekali tidak bisa mengganti surga yang Allah beri. Itulah yang dimaksud, seseorang tidak memasuki surga dengan amalannya. Maksudnya ia tidak bisa ganti surga dengan amalannya. Sedangkan yang memasukkan seseorang ke dalam surga hanyalah rahmat dan karunia Allah. (Disarikan dari Bahjah An-Nazhirin, Salim bin ‘Ied Al Hilali, Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, 1430 H, 3: 18-19).
Imam Nawawi rahimahullah memberikan keterangan yang sangat bagus, “Ayat-ayat Al-Qur’an yang ada menunjukkan bahwa amalan bisa memasukkan orang dalam surga. Maka tidak bertentangan dengan hadits-hadits yang ada. Bahkan makna ayat adalah masuk surga itu disebabkan karena amalan. Namun di situ ada taufik dari Allah untuk beramal. Ada hidayah untuk ikhlas pula dalam beramal. Maka diterimanya amal memang karena rahmat dan karunia Allah. Karenanya, amalan semata tidak memasukkan seseorang ke dalam surga. Itulah yang dimaksudkan dalam hadits. Kesimpulannya, bisa saja kita katakan bahwa sebab masuk surga adalah karena ada amalan. Amalan itu ada karena rahmat Allah. Wallahu a’lam.” (Syarh Shahih Muslim, 14: 145)
Jadi kita masuk surga bukan semata-mata dengan amalan kita. Amalan kita itu bisa ada karena taufik Allah. Taufik Allah itulah karunia dan rahmat-Nya. Jadinya, amalan itu ada karena karunia dan rahmat-Nya.
Bersyukurlah jika kita termasuk orang yang dimudahkan dalam beramal.

MARI BERAMAL , JANGAN SAMPAI MENYESAL....



MARI BERAMAL , JANGAN SAMPAI MENYESAL....

Mari beramal,
Jangan sampai kita menyesal. Sungguh, orang orang yang telah meninggal dunia , 
mereka akan menyesal karena tidak memanfaatkan kesempatan ketika di dunia untuk 
banyak beramal.

Mari beramal ,
Jangan sampai kita menyesal sebagaimana penyesalan orang kafir , yang berkata:
" Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah". 
( QS . An Naba:40)

Mari beramal ,
Jangan sampai kita menyesal karena selama di dunia , tidak sempat bersedekah , 
tidak sempa beramal ibadah.
" Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang 
kematian kepada salah seorang diantara kamu , lalu ia berkata :
" Ya Rabb Ku , mengapa Engkau tidak menangguhkan ( kematian)ku sampai waktu yang 
dekat , yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang orang yang shalih?"
( QS. Al Munafiqun :10)


Mari beramal shalih, mari bersedekah , mari berbuat baik. 


NASEHAT


NASEHAT


①. MANUSIA yang paling merugi adalah KUFUR NIKMAT
②. SENJATA yang paling berbahaya adalah LIDAH.
③. KEBIASAAN yang paling merusak adalah MEREMEHKAN DOSA KECIL.
④. PERASAAN yang paling tidak berguna adalah DENGKI.
⑤. KEGAGALAN yang paling melumpuhkan adalah MALAS.
⑥. KONDISI yang terburuk adalah LEMAHNYA IMAN.
⑦. PAKAIAN yang paling indah di dunia adalah AKHLAK YANG MULIA.
⑧. SUKACITA yang terbesar adalah TERKABULNYA DOA.
⑨. PEKERJAAN yang paling memuaskan adalah AMAL YANG IKHLAS.
⑩. KOMPUTER yang paling hebat adalah AKAL.
⑪. ENERGI yang terbesar adalah IMAN YANG KUAT.
⑫. OBAT TIDUR yang paling mujarab adalah HATI YANG TENANG.
⑬. DUA KATA yang penuh kekuatan adalah SAYA BISA.
⑭. ASET yang TERBESAR adalah AMAL SOLEH.
⑮. ALAT KOMUNIKASI yang paling hebat adalah DOA...

MANUSIA DAN SHALAT MALAM



MANUSIA DAN SHALAT MALAM 

Assalamu'alaikum wbr. Puji syukur kepada Allah SWT dan shalawat berserta salam untuk baginda Rasulullah SAW.
 Imam Al Harits Al Muhabisi,  lebih dikenal dengan Abu Abdullah berkata, " Dalam shalat malam manusia terbagi menjadi tiga bagian:  Orang yang beruntung,  orang yang selamat,  dan orang yang kurus ( rugi).
1. Orang yang beruntung adalah orang yang melihat kelalaian orang lain,  kemudian dia segera beribadah kepada Tuhannya. Maka dia adalah orang yang beruntung.
2. Orang yang selamat hatinya tertidur,  kemudian dia bangun,  lalu dia tidak melakukan kebaikan dan tidak juga keburukan,  maka dia adalah orang yang selamat.
3. Orang yang mengambil keuntungan atas kelalaian orang lain,  lalu dia berbuat kemaksiatan terhadap dirinya sendiri dengan berbagai kemaksiatan,  Maka orang yang seperti ini disebut orang yang kurus (rugi).
 Semoga menjadi renungan,  diri sendiri ini pada nomor berapa....
Orang baik pasti jaga iman,  jaga akhlak,  jaga shalat tepat diawal waktu ( berjamaah ). 

Wallahu a'lam. Semoga bermanfaat.
Wasallamu'alaikum wbr.