SEJARAH ISLAM PERTAMA KALI MASUK KE INDONESIA,
YANG BELUM DIKETAHUI OLEH UMAT
ISLAM
Mau tanya, adakah diantara kita yang pernah membaca buku
sejarah bahwa Sahabat
Nabi Ali bin Abi Talib pernah ke Jepara Indonesia?
Islam masuk ke Indonesia
pada kekhalifahan Generasi Terbaik (Khulafaur Rasyidin)
➡ Islam pertama kali masuk ke Indonesia bukan melalui jalur
perdagangan dan bukan
dalam hal perekonomian.
➡ Allah Subhanahu Wa Ta'ala menegaskan tentang wilayah
dakwah Nabi Muhammad ﷺ :
وَماَ أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ -
"Dan Kami
(Allah) tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat
bagi
seluruh alam". (Qs. AL-Anbiya:107)
Ali bin Abi Thalib, pernah datang dan berdakwah di Garut,
Cirebon, Jawa Barat (Tanah Sunda),
Indonesia, tahun 625 M. [1]
Ja'far bin Abi
Thalib, berdakwah di Jepara, Kerajaan Kalingga, Jawa Tengah (Jawa Dwipa),
Indonesia,sekitar tahun 626 M. [2]
Ubay bin Ka'ab, berdakwah di Sumatera Barat, Indonesia,
kemudian kembali ke Madinah.
Sekitar tahun 626 M. [3]
Abdullah bin Mas'ud, berdakwah di Aceh Darussalam dan
kembali lagi ke Madinah sekitar
tahun 626 M. [4]
'Abdurrahman bin
Mu'adz bin Jabal, dan putera-puteranya Mahmud dan Isma'il, berdakwah
dan wafat
dimakamkan di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sekitar tahun 625 M. [5]
Akasyah bin Muhsin
Al-Usdi, berdakwah di Palembang, Sumatera Selatan dan sebelum
Rasulullah Wafat,
ia kembali ke Madinah sekitar tahun 623 M. [6]
Salman Al-Farisi, berdakwah Ke Perlak, Aceh Timur dan
Kembali Ke Madinah sekitar
tahun 626 M. [7]
Seperti yang kita ketahui sebelumnya di
pelajari di sekolah bahwa islam datang melalui
pedagang gujarat india. Padahal
bukan seperti Itu, ini adalah TEORI ORIENTALIS.
Ini cara para orientalis yang disebarkan oleh orientalis
terkemuka Belanda, yang pertama
kali bernama
J. Pijnapel lalu Snouck Hurgronje yang notebene ingin menghancurkan
Islam
untuk menutupi sejarah bahwa Indonesia adalah bagian pada kekhilafahan
Utsman bin affan.
Oleh karena itu Indonesia patut diperhitungkan.
Demi mencapai tujuannya itu, ia mempelajari bahasa Arab,
mengaku sebagai seorang Muslim,
dan bahkan mengawini seorang Muslimah, anak
seorang tokoh di zamannya.
Sebuah artefak
ditemukan bahwa saat itu di Indonesia tepatnya di pulau jawa yaitu KALINGGA,
Jepara.
Pada tahun 640-650 M ada sebuah kerajaan yang ratunya adil
bernama RATU SIMA dan
anaknya bernama RATU JAYISIMA.
Ketika itu ada seorang dari tanah arab yang diutus pada masa
Utsman bin Affan dari
BANI UMAYYAH. Bani Umayyah adalah kekhalifahan Islam
pertama
(Muawiyah bin Abu Sofyan) setelah masa Khulafar Rasyidin.
Lalu singgah di Kalingga-Jepara, kemudian Ratu Sima dan
Putrinya masuk islam dan
memerintah dari tahun 646-650 M, dan islam belum berkembang
saat itu, lalu ditandai
adanya surat-menyurat atau korespondesi antara Ratu
Sima pada masa Bani Umayyah untuk
di datangkan guru-guru untuk berdakwah.
Surat-surat mereka sekarang tersimpan di MUSEUM GRANADA,
SPANYOL.
Indonesia adalah salah satu sasaran atau tujuan sahabat-sahabat nabi
untuk berdakwah.
↪ Setelah masa kekhalifahan Utsman Bin Affan, lalu Ali
bin Abu Thalib & kemudian di
gantikan oleh tabi'in UMAR BIN ABDUL AZIZ yang
memerintah pada tahun 711 M.
Pada 7 tahun kemudian tepatnya 718 M, Khalifah UMAR BIN
ABDUL AZIZ dan
anaknya ABDUL MALIK telah menginjakan kaki di Palembang -
Sumatra Selatan.
Pada waktu itu
palembang dipimpin oleh seorang Raja Sriwijaya yang bernama
RAJA SRINDRA VARMA.
Ternyata dakwah Umar bin Abdul Aziz membuat Raja tertarik kemudian memeluk islam.
Terbukti di makamnya tertuliskan kalimat Lailla hailallah
Muhammad Rasulullah.
Lalu di tandai juga adanya surat-menyurat (korespondensi)
antara Raja Srindra Varma
dengan khalifah Umar bin Abdul Aziz yang juga untuk
meminta didatangkannya para guru
untuk berdakwah. Yang kini surat-suratnya di
simpan di Museum Oxford, Inggris.
Setelah Rasulullah ﷺ wafat, sahabat-sahabat nabi menyebar keseluruh
penjuru
dunia untuk berdakwah profesi mereka yang utama pada waktu itu.
↪ Benarlah akan nubuwah Rasulullah ﷺ bersabda:
"Aku berwasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada
Allah dan mendengar serta taat
(kepada pemerintahan Islam) walaupun yang
memimpin kalian adalah seorang hamba
sahaya dari negeri Habasyah.
Sesungguhnya barangsiapa hidup sesudahku niscaya dia akan
melihat banyak perselisihan,
maka wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku
dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang
mendapat petunjuk sesudahku.
"Berpeganglah kalian dengannya dan gigitlah ia dengan
gigi gerahammu serta jauhilah oleh
kalian perkara agama yang diada-adakan
karena semua yang baru dalam agama adalah bid’ah
dan semua bid’ah adalah
sesat.”
(HR Ahmad,Abu
Dawud,Tirmidzi,Dzahabi dan Hakim, disahihkan oleh Syaikh Al-Albani
dalam Shahih
Al jami’ no. 2549)
Sejak 633 M
Rasulullah ﷺ
wafat⤵
Thn 634 M kekhalifahan Abu Bakar = 2 thn
.
Thn 644 M kekhalifahan Umar Bin Khattab = 10 thn .Thn 657 M kekhalifahan
Utsman Bin Affan = 13 thn
Thn 661 M kekhalifahan Ali Bin Abi Thalib = 5 thn.. Jadi
totalnya adalah selama 30 thn.
➡ Inilah 30 tahun masa khilafah ala manhaj nubuwwah,
seperti disebutkan oleh
Nabi shallalahu alaihi wa sallam.
Bahwa kehebatan & keistimewaan Nabi Muhammad ﷺ dalam memimpin strategi
dakwah islam ke seluruh dunia.
Dengan mendalami atau memahami sejarah maka Aqidah kita akan
lurus yang harus
dibarengi dengan akhlakul karimah.
Semoga Bermanfaat..
Wa billahi taufiq wal hidayah..
Bilal Bin Rabbah
tidak dimakamkan di Saudi Arabia melainkan di Damascus.
Sa'ad Bin Abi Waqas
tidak dimakamkan di madinah atau mekkah melainkan di Guang Zsu (Cina).
Abu Kasbah berdakwah
dan dimakamkan di Tiangkok.
[1] Sumber: H. Zainal Abidin Ahmad, Ilmu politik Islam V,
Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang, 1979; Habib Bahruddin Azmatkhan,
Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.31; S. Q. Fatini, Islam
Comes to Malaysia, Singapura: M. S. R.I., 1963, hal. 39)
[2] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii
Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.33)
[3] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii
Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.35
[4] Sumber: G. E. Gerini, Futher India and Indo-Malay
archipelago
[5] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii
Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.38
[6] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii
Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.39; Pangeran Gajahnata, Sejarah Islam Pertama
Di Palembang, 1986; R.M. Akib, Islam Pertama di Palembang, 1929; T. W. Arnold, The Preaching of Islam, 1968.
[7] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii
Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.39.
Asy-Syaikh As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh
(Syekh Mufti Kesultanan Palembang Darussalam)
Prof. Dr. HAMKA; Dari Perbendaharaan Lama; Pustaka Panjimas;
cet. III; Jakarta; 1996;Hal.4-5.
Ustadz DR. Haikal
Hassanudin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar