Rabu, 28 Desember 2016

SEJARAH ISLAM PERTAMA KALI MASUK KE INDONESIA, YANG BELUM DIKETAHUI OLEH UMAT ISLAM



SEJARAH ISLAM PERTAMA KALI MASUK  KE INDONESIA, 
YANG BELUM DIKETAHUI OLEH UMAT ISLAM 
                                                                       
Mau tanya, adakah diantara kita yang pernah membaca buku sejarah bahwa Sahabat 
Nabi Ali bin Abi Talib pernah ke Jepara Indonesia?
 Islam masuk ke Indonesia pada  kekhalifahan Generasi Terbaik  (Khulafaur Rasyidin)
Islam pertama kali masuk ke Indonesia bukan melalui jalur perdagangan dan bukan 
dalam hal perekonomian.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala menegaskan tentang wilayah dakwah Nabi Muhammad :

 وَماَ أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ -

 "Dan Kami (Allah) tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat 
bagi seluruh alam". (Qs. AL-Anbiya:107)
Ali bin Abi Thalib, pernah datang dan berdakwah di Garut, Cirebon, Jawa Barat (Tanah Sunda), 
Indonesia, tahun 625 M. [1]
 Ja'far bin Abi Thalib, berdakwah di Jepara, Kerajaan Kalingga, Jawa Tengah (Jawa Dwipa), Indonesia,sekitar tahun 626 M. [2]
Ubay bin Ka'ab, berdakwah di Sumatera Barat, Indonesia, kemudian kembali ke Madinah. 
Sekitar tahun 626 M. [3]
Abdullah bin Mas'ud, berdakwah di Aceh Darussalam dan kembali lagi ke Madinah sekitar 
tahun 626 M. [4]
 'Abdurrahman bin Mu'adz bin Jabal, dan putera-puteranya Mahmud dan Isma'il, berdakwah 
dan wafat dimakamkan di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sekitar tahun 625 M. [5]
Akasyah bin Muhsin Al-Usdi, berdakwah di Palembang, Sumatera Selatan dan sebelum 
Rasulullah Wafat, ia kembali ke Madinah sekitar tahun 623 M. [6]
Salman Al-Farisi, berdakwah Ke Perlak, Aceh Timur dan Kembali Ke Madinah sekitar 
tahun 626 M. [7]
Seperti yang kita ketahui sebelumnya di pelajari di sekolah bahwa islam datang melalui 
pedagang gujarat india. Padahal bukan seperti Itu, ini adalah TEORI ORIENTALIS.
Ini cara para orientalis yang disebarkan oleh orientalis terkemuka Belanda, yang pertama 
kali bernama  J. Pijnapel lalu Snouck Hurgronje yang notebene ingin menghancurkan Islam 
untuk menutupi sejarah bahwa Indonesia adalah bagian pada kekhilafahan Utsman bin affan. 
Oleh karena itu Indonesia patut diperhitungkan.
Demi mencapai tujuannya itu, ia mempelajari bahasa Arab, mengaku sebagai seorang Muslim, 
dan bahkan mengawini seorang Muslimah, anak seorang tokoh di zamannya.

Sebuah artefak ditemukan bahwa saat itu di Indonesia tepatnya di pulau jawa yaitu KALINGGA, 
Jepara.
Pada tahun 640-650 M ada sebuah kerajaan yang ratunya adil bernama RATU SIMA dan 
anaknya bernama RATU JAYISIMA.
Ketika itu ada seorang dari tanah arab yang diutus pada masa Utsman bin Affan dari 
BANI UMAYYAH. Bani Umayyah adalah kekhalifahan Islam pertama 
(Muawiyah bin Abu Sofyan) setelah masa Khulafar Rasyidin.
Lalu singgah di Kalingga-Jepara, kemudian Ratu Sima dan Putrinya masuk islam dan 
memerintah dari tahun 646-650 M, dan islam belum berkembang saat itu, lalu ditandai 
adanya surat-menyurat atau korespondesi antara Ratu Sima pada masa Bani Umayyah untuk 
di datangkan guru-guru untuk berdakwah.
Surat-surat mereka sekarang tersimpan di MUSEUM GRANADA, SPANYOL. 
Indonesia adalah salah satu sasaran atau tujuan sahabat-sahabat nabi untuk berdakwah.
Setelah masa kekhalifahan Utsman Bin Affan, lalu Ali bin Abu Thalib & kemudian di 
gantikan oleh tabi'in UMAR BIN ABDUL AZIZ yang memerintah pada tahun 711 M.
Pada 7 tahun kemudian tepatnya 718 M, Khalifah UMAR BIN ABDUL AZIZ dan 
anaknya ABDUL MALIK telah menginjakan kaki di Palembang - Sumatra Selatan.
Pada waktu itu palembang dipimpin oleh seorang Raja Sriwijaya yang bernama 
RAJA SRINDRA VARMA.
Ternyata dakwah Umar bin Abdul Aziz membuat Raja tertarik kemudian  memeluk islam.
Terbukti di makamnya tertuliskan kalimat Lailla hailallah Muhammad Rasulullah.
Lalu di tandai juga adanya surat-menyurat (korespondensi) antara Raja Srindra Varma 
dengan khalifah Umar bin Abdul Aziz yang juga untuk meminta didatangkannya para guru 
untuk berdakwah. Yang kini surat-suratnya di simpan di Museum Oxford, Inggris.
Setelah Rasulullah wafat, sahabat-sahabat nabi menyebar keseluruh penjuru 
dunia untuk berdakwah profesi mereka yang utama pada waktu itu.
Benarlah akan nubuwah Rasulullah   bersabda:
"Aku berwasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan mendengar serta taat 
(kepada pemerintahan Islam) walaupun yang memimpin kalian adalah seorang hamba 
sahaya dari negeri Habasyah.
Sesungguhnya barangsiapa hidup sesudahku niscaya dia akan melihat banyak perselisihan, 
maka wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang
mendapat petunjuk sesudahku.
"Berpeganglah kalian dengannya dan gigitlah ia dengan gigi gerahammu serta jauhilah oleh 
kalian perkara agama yang diada-adakan karena semua yang baru dalam agama adalah bid’ah 
dan semua bid’ah adalah sesat.”
(HR Ahmad,Abu Dawud,Tirmidzi,Dzahabi dan Hakim, disahihkan oleh Syaikh Al-Albani 
dalam Shahih Al jami’ no. 2549)
 Sejak 633 M Rasulullah wafat Thn 634 M kekhalifahan Abu Bakar  = 2 thn .
Thn 644 M kekhalifahan Umar Bin Khattab = 10 thn .Thn 657 M kekhalifahan 
Utsman Bin Affan = 13 thn
Thn 661 M kekhalifahan Ali Bin Abi Thalib = 5 thn.. Jadi totalnya adalah selama 30 thn.
Inilah 30 tahun masa khilafah ala manhaj nubuwwah, seperti disebutkan oleh 
Nabi shallalahu alaihi wa sallam.
Bahwa kehebatan & keistimewaan Nabi Muhammad dalam memimpin strategi 
dakwah islam ke seluruh dunia.
Dengan mendalami atau memahami sejarah maka Aqidah kita akan lurus yang harus 
dibarengi dengan akhlakul karimah.

Semoga Bermanfaat..
Wa billahi taufiq wal hidayah..


 Bilal Bin Rabbah tidak dimakamkan di Saudi Arabia melainkan di Damascus.

 Sa'ad Bin Abi Waqas tidak dimakamkan di madinah atau mekkah melainkan di Guang Zsu (Cina).

 Abu Kasbah berdakwah dan dimakamkan di Tiangkok.
[1] Sumber: H. Zainal Abidin Ahmad, Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang, 1979; Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.31; S. Q. Fatini, Islam Comes to Malaysia, Singapura: M. S. R.I., 1963, hal. 39)
[2] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.33)
[3] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.35
[4] Sumber: G. E. Gerini, Futher India and Indo-Malay archipelago
[5] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.38
[6] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.39; Pangeran Gajahnata, Sejarah Islam Pertama Di Palembang, 1986; R.M. Akib, Islam Pertama di Palembang, 1929;  T. W. Arnold, The Preaching of Islam, 1968.
[7] Sumber: Habib Bahruddin Azmatkhan, Qishshatud Dakwah Fii Arahbiliyyah (Nusantara), 1929, h.39.
Asy-Syaikh As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Hafizh (Syekh Mufti Kesultanan Palembang Darussalam)
Prof. Dr. HAMKA; Dari Perbendaharaan Lama; Pustaka Panjimas; cet. III; Jakarta; 1996;Hal.4-5.
 Ustadz DR. Haikal Hassanudin                       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar