Jangan ajak sholat,
ajak makan...
Melihat keadaan iman sebagian besar ummat Islam hari ini
khusus nya di Indonesia,
nampaknya sudah mendesak untuk segera kembali ke
strategi lama
Apa itu strategi lama?
Jangan ajak sholat !
Ajak makan aja!
Siti Khadijah rha senantiasa menyediakan makanan di
rumahnya.
Yang diberi makan bukan dua tiga orang, bukan empat puluh
lima puluh orang tapi satu kota.
Berganti-ganti orang datang. Laki-laki perempuan ,Orang
tua orang muda
Semua orang datang untuk makan.Bukan datang untuk sholat.
Sampai wafatnya Khadijah rha
Gak ada orang yang datang untuk sholat.
Tapi datang untuk makan. Hartanya habis untuk menyediakan
makanan.Bukan sholat gak penting...
Sholat super sangat penting . Lebih penting daripada
makan.
Kalau mati karena tidak sholat walaupun banyak makan bakal
masuk neraka. Kalau mati karena
tidak makan tapi banyak sholat bakal masuk
surga. Itulah pentingnya sholat
Masalahnya adalah dalam strategi da'wah. Ummat hari ini
belum siap untuk diajak sholat, tapi siap
diajak makan. Para dai sejati pasti
punya ribuan cerita susahnya ngajak sholat. Walaupun seluruh
media sudah
digunakan untuk menyampaikan ancaman meninggalkan sholat .Tetap gak
sholat.
Tapi bisik-bisik sedikit aja ssstt.... ada makanan, langsung
ngumpul
Itulah realitannya. Itulah faktanya. Di hadapan orang lapar.
Ada sholat ada makanan. Dia akan pilih makanan. Kalau harus memilih salah satu.
Sholat atau makan. Tetap yang dipilih adalah makan.
Maka bijak bestarilah
engkau wahai para pengemban da'wah. Kembalilah pada strategi lama.
Beri makan. Jangan pelit dalam perkara makan. Apalagi para
pengurus masjid Gunakan uang
masjid sebanyak-banyaknya untuk makan-makan. Bentangkan
suprah di masjid setiap hari,
ajak seluruh jamaah untuk makan .Nhaa...Di
depan makanan tidak usah bicara sholat,
tidak usah bicara siksa kubur .
Bicarakan saja nikmatnya bubur
Insya'Allah ketika adzan berkumandang pelan-pelan ia akan
bangkit menuju tempat wudhu...
Subhanallah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar