Senin, 26 Desember 2016

"JANGAN TAKUT , BILA AKU MATI , AKU AKAN DISHALATI OLEH SULTANNYA KAUM MUSLIMIN , PARA ULAMA DAN PARA AULIYA"



"JANGAN TAKUT , BILA AKU MATI , AKU AKAN DISHALATI OLEH 
SULTANNYA KAUM MUSLIMIN , PARA ULAMA DAN PARA AULIYA"

Dalam buku harian Sultan Murad IV mengisahkan , bahwa suatu malam dia merasakan 
kegelisahan yang sangat , ia ingin tahu apa penyebabnya . Maka ia memanggil 
pengawalnya dan memberitahukan apa yang ia rasakan.
Sultan berkata kepada pengawalnya:" Mari kita keluar sejenak!"
Diantara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan di malam hari dengan 
cara menyamar. Merekapun pergi , hingga mereka tibalah di sebuah lorong yang sempit . 
Tiba tiba , mereka menemukan seorang lelaki tergeletak di atas tanah. 
Sang Sultan menggerak gerakkan lelaki tersebut , ternyata ia telah meninggal.
Namun orang orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun memperdulikannya.
Sultanpun memanggil mereka, mereka tak menyadari kalau orang tersebut adalah Sultan. 

Mereka bertanya :" Apa yang engkau inginkan?"

Sultan menjawab:" Mengapa orang ini meninggal tapi tidak ada satupun diantara kalian 
yang mengangkat jenazahnya? 
Siapa dia ? 
Dimana keluarganya?"

Mereka berkata :" Orang ini Zindiq, suka menegak minuman keras dan berzina".

Sultan menimpali:" Tapi...bukankah ia termasuk ummat Muhammad SAW? 
Ayo angkat jenazahnya, kita bawa kerumahnya".
Mereka mengangkat jenazahnya ke rumahnya.
Melihat suaminya meninggal . sang istripun menangis . Orang orang yang membawa 
jenazahnya langsung pergi , tinggallah sang Sultan dan pengawalnya.Dalam tangisnya 
sang istri berucap:' Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah . Aku bersaksi behwa 
engkau termasuk orang yang sholeh."
Mendengar ucapan itu sang Sultan kaget....Bagaimana mungkin dia termasuk wali allah 
sementara orang orang mengatakan tentang dia begini dan begitu, sampai sampai tidak 
peduli dengan kematiannya".

Sang istri menjawa:" Sudah kuduga pasti akan begini ...Setiap malam suamiku keluar rumah
pergi ke tokok toko minuman keras, dia membeli minuman keras dari para penjual sejauh 
yang ia mampu. Kemudian minuma itu di bawa kerumah lalu ditumpahkan ke dalam toilet, 
sambil berkata :" Aku telah meringankan dosa kaum muslimin".

Dia juga selalu pergi ke pelacuran , dan memberi mereka uang dan berkata:
" Malam ini kalian sudah dalam bayaranku , jadi tutuplah pintu rumahmu sampai pagi."

Kemudia ia pulang ke rumah dan berkata kepadaku:" Alhamdulillah , malam ini aku telah 
meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda pemuda islam".

Orang orang hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamer dan menemui pelacur, 
lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buah bibir.

Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku:" Kalau kamu nanti mati , tidak akan ada 
kaum muslimin yang memandikan jenazahmu, mengafani , mensholati dan menguburkanmu".

Ia hanya tertawa dan berkata:"JANGAN TAKUT , BILA AKU MATI , AKU AKAN 
DISHALATI OLEH SULTANNYA KAUM MUSLIMIN , PARA ULAMA DAN 
PARA AULIYA".

Maka Sultan pun menangis dan berkata:" Benar! Demi Allah , akulah Sultan Murad, 
dan besok pagi kita akan memndikannya , mengafani , menshalati dan mengguburkannya".

Demikianlah akhir prosesi penyelenggaraan jenazah laki laki itu dihadiri oleh Sultan ,
 para ulama, auliya , para masyaikh dan seluruh masyarakat.

( Dikisahkan kembali oleh Syaikh Al Musnid Hamid Akram Al Bukhory dari 
Mudzakiraat Sultan Murad IV)

Wallahu a'lam ( AFNU)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar