YANG
DIMAKSUD "NEJED" DALAM HADITS FITNAH NEJED ADALAH IRAK
Bagi orang
yang mau meneliti jalur-jalur hadits ini dan membandingkan lafadz lafadznya,
niscaya tidak samar lagi baginya penafsiran yang benar tentang makna Nejed
dalam hadis ini.
Dalam lafadz yang dikeluarkan imam Ath Thabrani dalam Al
Mu’jam Al Kabir 12/384 no. 13422
dari jalur Ismail bin Mas’ud menceritakan
kepada kami Ubaidullah bin Aun dari ayahnya dari
Nafi dari Ibnu Umar dengan
lafadz:
اللَّهُمَّ
بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا , اللَّهُمَّ بَارِكْ فِي يَمَنِنَا ” , فَقَالَهَا
مِرَارًا , فَلَمَّا كَانَ فِي الثَّالِثَةِ أَوِ الرَّابِعَةِ , قَالُوا : يَا
رَسُولَ اللَّهِ وَفِي عِرَاقِنَا , قَالَ : ” إِنَّ بِهَا الزَّلازِلَ ,
وَالْفِتَنَ , وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ
“ya Allah
berkahilah kami dalam Syam kami, ya Allah berkahi kami dalam Yaman kami. Beliau
mengulanginya beberapa kali, pada ketiga atau keempat kalinya para shahabat
berkata:
“wahai Rasulullah, dalam Iraq kami?”. Beliau menjawab: “sesungguhnya
disana terdapat
kegoncangan dan fitnah dan disana pula muncul tanduk setan””
Sanad hadis
ini bagus. Ubaidullah adalah seorang yang dikenal hadisnya, sebagaimana kata
Imam Bukhari dalam At Tarikh Al Kabir (5/388/1247). Ibnu Abi Hatim juga berkata
dalam
Al Jarh wa At Ta’dil (5/322) dari ayahnya: “shalih bagus haditsnya”.
Dan
dikuatkan dalam riwayat Yakub Al Fasawi dalam Al Ma’rifah (2/746-748), Al
Mukhallis
dalam Al Fawa’id Al Muntaqah (7/2-3), Al Jurjani dalam Al Fawaid
(2/164), Abu Nu’aim
dalam Al Hilyah (6/133), Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq
(1/120 ) dari jalur
Taubah Al Anbari dari Salim bin Abdullah bin Umar dari
ayahnya dengan lafadz:
اللَّهُمَّ
بَارِكْ لَنَا فِي مَكَّتِنَا ، وَبَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا ، وَبَارِكْ
لَنَا فِي شَامِنَا ، وَبَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا ، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا
فِي صَاعِنَا ، وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا ” . فَقَالَ رَجُلٌ : يَا رَسُولَ
اللَّهِ وَفِي عِرَاقِنَا فَأَعْرَضَ عَنْهُ ، فَرَدَّدَهَا ثَلاثًا ، كُلُّ
ذَلِكَ يَقُولُ الرَّجُلُ وَفِي عِرَاقِنَا فَيُعْرِضُ عَنْهُ . فَقَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” بِهَا الزَّلازِلُ وَالْفِتَنُ
، وَمِنْهُا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ
“Ya Allah
berkahilah kami dalam Makkah kami. Ya Allah berkahilah kami dalam Madinah kami.
Ya Allah berkahilah kami dalam Syam kami. Ya Allah berilah kami dalam sha’ dan
berkahilah
kami dalam mudd kami”. Seorang berkata: “wahai Rasulullah, dalam
Iraq kami?”.
Lalu nabi berpaling darinya dan mengulangi tiga kali. Orang
tersebut tetap saja mengatakan
dalam: “dalam Iraq kami?”. Nabi pun berpaling
darinya seraya bersabda: “di sanalah
kegoncangan dan fitnah dan disana pula
muncul tanduk setan”.
(sanad hadits ini shahih, sesuai syarat Bukhari-Muslim).
Imam Muslim
dalam Shahih-nya (2905) merriwayatkan dari Ibnu Fudhail dari ayahnya,
dia
berkata, saya mendengar ayahku Salim bin Abdullah bin Umar berkata:
يا أهل
العراق ! ما أسألكم عن الصغيرة وأركبكم للكبيرة ! سمعت أبي عبدالله بن عمر يقول :
سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : إن الفتنة تجيء من ههنا ، وأومأ بيده
نحو المشرق ، من حيث يطلع قرنا الشيطان
“wahai
penduduk Irak! Alangkah seringnya kalian bertanya tentang masalah-masalah
sepele
dan alangkah beraninya kalian menerjang dosa besar! Saya mendengar
ayahku,
Abdullah bin Umar mengatakan: Saya mendengar Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam
bersabda: “sesungguhnya fitnah datangnya dari arah
sini, beliau sambil mengarahkan tangannya
ke arah timur. Dari situlah muncul
tanduk setan”
Riwayat ini
sangat menunjukkan bahwa maksud “arah timur” adalah Irak. Sebagaimana
dipahami
oleh Salim bin Abdullah bin Umar rahimahullah.
MA'HAD UMAR
Ma’had Umar bin Khattab adalah tempat belajar bahasa Arab dan membaca kitab gundul di Yogyakarta. Kunjungi: http://mahadumar.id
Ma’had Umar bin Khattab adalah tempat belajar bahasa Arab dan membaca kitab gundul di Yogyakarta. Kunjungi: http://mahadumar.id
sebagian
ahli bid'ah yang memerangi sunnah dan menyimpang dari tauhid telah mencela Imam
Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah, pembaharu dakwah…
muslim.or.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar