Selasa, 27 Desember 2016

YANG DIMAKSUD "NEJED" DALAM HADITS FITNAH NEJED ADALAH IRAK



YANG DIMAKSUD "NEJED" DALAM HADITS FITNAH NEJED ADALAH IRAK

Bagi orang yang mau meneliti jalur-jalur hadits ini dan membandingkan lafadz lafadznya, 
niscaya tidak samar lagi baginya penafsiran yang benar tentang makna Nejed dalam hadis ini. 
Dalam lafadz yang dikeluarkan imam Ath Thabrani dalam Al Mu’jam Al Kabir 12/384 no. 13422 
dari jalur Ismail bin Mas’ud menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Aun dari ayahnya dari 
Nafi dari Ibnu Umar dengan lafadz:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا , اللَّهُمَّ بَارِكْ فِي يَمَنِنَا ” , فَقَالَهَا مِرَارًا , فَلَمَّا كَانَ فِي الثَّالِثَةِ أَوِ الرَّابِعَةِ , قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِي عِرَاقِنَا , قَالَ : ” إِنَّ بِهَا الزَّلازِلَ , وَالْفِتَنَ , وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

“ya Allah berkahilah kami dalam Syam kami, ya Allah berkahi kami dalam Yaman kami. Beliau mengulanginya beberapa kali, pada ketiga atau keempat kalinya para shahabat berkata: 
“wahai Rasulullah, dalam Iraq kami?”. Beliau menjawab: “sesungguhnya disana terdapat 
kegoncangan dan fitnah dan disana pula muncul tanduk setan””
Sanad hadis ini bagus. Ubaidullah adalah seorang yang dikenal hadisnya, sebagaimana kata 
Imam Bukhari dalam At Tarikh Al Kabir (5/388/1247). Ibnu Abi Hatim juga berkata dalam 
Al Jarh wa At Ta’dil (5/322) dari ayahnya: “shalih bagus haditsnya”.
Dan dikuatkan dalam riwayat Yakub Al Fasawi dalam Al Ma’rifah (2/746-748), Al Mukhallis
dalam Al Fawa’id Al Muntaqah (7/2-3), Al Jurjani dalam Al Fawaid (2/164), Abu Nu’aim 
dalam Al Hilyah (6/133), Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq (1/120 ) dari jalur 
Taubah Al Anbari dari Salim bin Abdullah bin Umar dari ayahnya dengan lafadz:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مَكَّتِنَا ، وَبَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا ، وَبَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا ، وَبَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا ، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا ، وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا ” . فَقَالَ رَجُلٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِي عِرَاقِنَا فَأَعْرَضَ عَنْهُ ، فَرَدَّدَهَا ثَلاثًا ، كُلُّ ذَلِكَ يَقُولُ الرَّجُلُ وَفِي عِرَاقِنَا فَيُعْرِضُ عَنْهُ . فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” بِهَا الزَّلازِلُ وَالْفِتَنُ ، وَمِنْهُا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

“Ya Allah berkahilah kami dalam Makkah kami. Ya Allah berkahilah kami dalam Madinah kami. 
Ya Allah berkahilah kami dalam Syam kami. Ya Allah berilah kami dalam sha’ dan berkahilah 
kami dalam mudd kami”. Seorang berkata: “wahai Rasulullah, dalam Iraq kami?”. 
Lalu nabi berpaling darinya dan mengulangi tiga kali. Orang tersebut tetap saja mengatakan 
dalam: “dalam Iraq kami?”. Nabi pun berpaling darinya seraya bersabda: “di sanalah 
kegoncangan dan fitnah dan disana pula muncul tanduk setan”. 
(sanad hadits ini shahih, sesuai syarat Bukhari-Muslim).
Imam Muslim dalam Shahih-nya (2905) merriwayatkan dari Ibnu Fudhail dari ayahnya, 
dia berkata, saya mendengar ayahku Salim bin Abdullah bin Umar berkata:

يا أهل العراق ! ما أسألكم عن الصغيرة وأركبكم للكبيرة ! سمعت أبي عبدالله بن عمر يقول : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : إن الفتنة تجيء من ههنا ، وأومأ بيده نحو المشرق ، من حيث يطلع قرنا الشيطان

“wahai penduduk Irak! Alangkah seringnya kalian bertanya tentang masalah-masalah sepele 
dan alangkah beraninya kalian menerjang dosa besar! Saya mendengar ayahku, 
Abdullah bin Umar mengatakan: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam 
bersabda: “sesungguhnya fitnah datangnya dari arah sini, beliau sambil mengarahkan tangannya 
ke arah timur. Dari situlah muncul tanduk setan”
Riwayat ini sangat menunjukkan bahwa maksud “arah timur” adalah Irak. Sebagaimana 
dipahami oleh Salim bin Abdullah bin Umar rahimahullah.

MA'HAD UMAR
Ma’had Umar bin Khattab adalah tempat belajar bahasa Arab dan membaca kitab gundul di Yogyakarta. Kunjungi:
http://mahadumar.id

sebagian ahli bid'ah yang memerangi sunnah dan menyimpang dari tauhid telah mencela Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah, pembaharu dakwah…
muslim.or.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar