ALLAH
MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA
يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
( سورة الصف: ٨)
Saya tiba-tiba merasa ayat ini seperti baru diturunkan. Ia
sudah diturunkan 14 abad lalu,
tapi lihatlah, ayat itu terasa seperti
diturunkan untuk kita hari ini. Ya, untuk kita di Indonesia
pada kasus
penistaan Al-Quran ini.
"Mereka INGIN MEMADAMKAN CAHAYA ALLAH dengan MULUT
mereka, dan
ALLAH TETAP MENYEMPURNAKAN CAHAYA-Nya meskipun orang-orang kafir
MEMBENCI(NYA)."
(Surat Ash-Shaff: 8).
Coba kita baca lagi
ayat ini dan resapi maknanya dalam-dalam.
Lihatlah bagaimana Ahok dan bala tentaranya mencoba
mengaburkan ajaran-ajaran
Allah dalam Al-Quran dengan mulut-mulut mereka.
Mengatakan kita dibohongi dengan
Surat Al-Maidah: 51, dan macam-macam.
Para ulama menafsirkan bahwa maksud dari memadamkan cahaya
di sini adalah mereka
mengatakan bahwa Al-Quran adalah sihir dan Muhammad
adalah penyihir, Al-Quran
adalah dongeng dan Muhammad adalah pendongeng, Al-Quran
adalah kebohongan yang
diada-adakan dan Muhammad adalah pembohong. Dan bukankah
itu yang dimaksudkan
oleh Ahok beserta sekutu-sekutu dari kaum sekular-liberal
itu?
Ahok dan sekutunya mungkin tidak tahu bahwa ketika mulut
mereka menghina ulama
dan merendahkanAl-Quran, mereka sebenarnya sedang
berhadapan langsung dengan
Allah SWT.
Lihatlah sekali lagi pada ayat itu, bagaimana keinginan
mereka untuk memadamkan
cahaya-Nya dihadapkan dengan firman-Nya, "DAN
ALLAH TETAP
MENYEMPURNAKAN CAHAYANYA."
Ya, yang bertarung bukanlah Ahok dengan Habib Rizieq. Bukan
pula kaum
sekular-liberal dengan FPI atau HTI.
Yang bertarung adalah mereka dengan Allah SWT. Allah SWT
yang langsung menghadapi
makar mereka. MEREKA ingin MEMADAMKAN, tetapi ALLAH
akan
MENYEMPURNAKAN. Lalu siapa yang lebih besar memiliki kekuatan? Jelas,
Allah!!
Coba Anda bayangkan, siapa yang memanggil hati ratusan ribu
kaum Muslimin itu untuk
datang ke Istiqlal? Bukan Habib Rizeq, tapi Allah!!
Siapa yang meneguhkan hati mereka untuk tetap datang di tengah
cibiran, olok-olokan, dan
penggembosan dari kaum sekular-liberal? Bukan Bahtiar
Nasir, tapi Allah!!
Siapa yang memanggil hati jutaan umat Muslim lainnya untuk
berbondong-bondong
menyalurkan harta mereka demi membantu aksi ini? Bukan Aa
Gym tapi Allah!!
Siapa yang menggerakkan jutaan umat Muslim lainnya untuk
menengadahkan tangan
berdoa untuk sahabat-sahabat mereka yang demo Jakarta?
Bukan Arifin Ilham, tapi Allah!!
Jadi yang dihadapi Ahok bukan Habib Rizieq dan yang lainnya,
tapi Allah!
Allah yang telah mengumumkan bahwa Dia sendiri yang akan
menghadapi siapa saja
yang ingin memadamkan cahaya-Nya, meskipun orang-orang
kafir itu tidak akan suka.
Jika Allah SWT sudah "Turun Tangan", maka Anda
tidak perlu tanya lagi siapa yang akan
menang.
Fa absyiru...... maka sebarkanlah kabar gembira akan
datangnya kemenangan!
=============
Hamba Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar