Rabu, 28 Desember 2016

Keramah tamahan Yang Akan Dibalas Oleh Murka dan Siksa Allah



Keramah tamahan Yang Akan Dibalas Oleh Murka dan Siksa Allah


Saya benar-benar terkagum-kagum dengan keramahan mereka...
Memasuki gedungnya saja sudah disambut dengan senyuman oleh satpam dan diberi salam serta ditawarkan bantuan.
Begitu anda melangkah masuk ke dalam gedung, keramahan itu tak ada putusnya. Anda akan disambut dengan senyuman oleh semua staf kantor tersebut dan bahkan sampai setingkat OB juga melayangkan senyum ramah kepada anda.
Penyambutan yang super ramah itu akan terus berlanjut ketika anda mendekati sebuah meja staff pada kantor tersebut.
Dia akan tersenyum dengan ramah dan sambil berdiri menyapa anda dan mengucap salam, dimana sebagian besar dari mereka adalah wanita yang terkadang membuat sebagian orang menjadi salah tingkah dan lutut gemetar karena senyuman tersebut.
Luar biasanya staff wanita tersebut tidak akan duduk sebelum anda menduduki kursi anda.

Namun, sungguh sangat ironi keramah tamahan yang sangat itu, kelak akan di balas dengan murka. Murka-Nya Allah subhana wa ta'ala. Tak ada Malaikat yang tersenyum menyambut, yang ada hanya kengerian yang luar biasa. Sungguh tinggal hanya penyesalan yang sudah tiada ada gunanya, tiada lagi gunanya dunia, di depan hanya ada malaikat-malaikat yang patuh kepada Allah yang tak bisa disuap yang siap menjalankan hukuman.

Tahukah anda siapakah mereka?
Tahukah anda gedung apakah itu?
Kantor apakah itu?

Ya, itulah Bank Ribawi dan orang-orang yang berkerja di dalamnya, kantor yang orangnya kelak jika tidak bertaubat akan di sambut oleh murkaNya Allah subhana wa ta'ala..

Yang Allah dan Rasulnya menantang Perang kepada mereka pelaku Riba sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,
"Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya". (QS. Al-Baqarah:279)

Yang Allah melaknat semua pelaku riba, saksi, yang mencatat.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598).

Dan diancam kekal di neraka sebagai mana firman Allah Ta'ala yang artinya:

"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Dan barang siapa yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya". (QS. Al-Baqarah:275).

Yang dosa paling ringannya setara berzina dengan Ibu Kandung na'udzubillah.
Nabi shallahu ‘alahi wasallam mengancam pelaku riba dengan lebih tegas, beliau bersabda,
"Dosa riba memiliki 72 pintu, dan yang paling ringan adalah seperti seseorang berzina dengan ibu kandungnya sendiri.” (Shahih, Silsilah Shahihah no.1871)

Takutlah kalian saudaraku dengan dosa RIBA..

#RibaAdalah DosaBesarYangMembinasakanDiduniaMaupunAkherat


Oleh Ikbal Abdullah dengan sedikit editan dan penambahan nukilan

Sumber referensi:
https://rumaysho.com/6093-laknat-bagi-para-pendukung-riba.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar