Senin, 26 Desember 2016

HAMPIR AKU TAK PERCAYA SEDANG BERADA DI NEGERI MAYORITAS MUSLIM



HAMPIR AKU TAK PERCAYA SEDANG BERADA DI NEGERI 
MAYORITAS MUSLIM

Kemarin, 23 Desember 2016 menjadi hari yg sangat ditungu-tunggu oleh seorang 
santriwati dari Smpit Harapan Umat Ngawi.

Hari itu adalah hari kejuaraan Karate se-Jatim yang diselenggarakan di GOR Magetan.
Auliya nama santriwati itu. Siang malam ia berlatih sekuat tenaga. Berangkat latihan 
pagi pagi sekali, lalu pulang menjelang dzuhur. Istirahat sejenak lalu pergi latihan lagi, 
dan baru kembali pulang jam setengah sembilan malam. Setiap hari. Dia berharap, 
tanggal 23 kemarin bisa menjadi sejarah yang akan mengukir namanya dalam jajaran 
juara Karate.

Namun saat hari itu tiba, saat ia sudah siap bertanding dengan seragam karate gagahnya, 
seorang juri menyuruhnya melepas JILBAB nya. Ia tak dibolehkan mengikuti pertandingan 
dengan jilbabnya.

Tersentaklah ia. Bergejolak pertandingan yang sangat hebat dalam hatinya. Bertanding 
mengejar mimpi atau mempertahankan JILBAB nya, izzah ke-Islaman nya...
Latihan gigihnya selama ini... Impiannya... Akankah menguap begitu saja...

Peserta yang lain, yang sebelumnya berjilbab, mulai melepas JILBAB nya satu persatu... 
Tapi anak itu....

Perlahan, dengan air mata menggenang di pelupuk, ia melangkah meninggalkan arena 
pertandingan.
Ia telah memenangkan pertandingannya, pertandingan mempertahankan Izzatul Islam....

Aku yang merekam semua itu dengan mata kepalaku, hampir tak percaya. Sebelumnya 
aku hanya mendengar seperti ini dari berita. Tp kali ini, hadir dengan nyata di depan mata.
Ini negeri mayoritas Muslim! Ada apa dengan JILBAB?
Kawan2... Yang beramanah menjadi Pendidik... Mari tanamkan IZZAH ISLAM sedalam 
dalamnya dalam hati anak2 kita. Hingga esok lagi, tak ada lagi seorang muslim yang 
menjual IZZAH nya demi sekeping medali....

#AuliyaHebatJuara
#SMPITHarumNgawiJuara
#TegakkanIzzahIslam
#BantuShare
#LawanDiskriminasi

FB ustad Janan Farisi, Al Hafidz (ustad SMPIT Harapan U

Tidak ada komentar:

Posting Komentar