Hadits Qudsi : Di Akhirat,
Setiap Umat Mengadu Kepada
Nabi Mereka
Dari Abu
bakar As-Shiddiq ra ia berkata: Pada suatu hari rasulullah saw shalat pagi.
Kemudian duduk di tempatnya, sehingga shalat aula (dzuhur), ashar dan maghrib.
Semuanya itu, beliau tidak berbicara sepatah pun. Hingga shalat isya’ yang
akhir.
Kemudian beliau berdiri lalu menuju keluarganya. Para sahabat berkata
kepada
Abu Bakar: mengapa kamu tidak bertanya kepada Rasulullah saw, : Ada apa
gerangan?
Hari ini beliau melakukan sesuatu yang sama sekali belum pernah
beliau perbuat.
Abu-bakar berkata: lalu dia bertanya kepada beliau dan lalu
beliau mejawab:
" Ya. Diperlihatkan kepadaku apa yang ada tentang dunia dan
perihal akherat.
Orang-orang dahulu dan orang-orang kemudian (yang di akhir
zaman) dikumpulkan
di suatu daratan yang tinggi. Karena demikian itu,
manusia merasa ngeri (takut),
lalu mereka pergi kepada Adam as.
Sedangkan
keringat hampir-hampir menghalangi mereka.
Lalu mereka berkata: Wahai Adam,
engkau bapak manusia dan engkau yang dipilih
oleh Allah Azza wa Jalla, mintalah
syafa’at dari Tuhan mu untuk kami.
Dia (Adam) menjawab: Sungguh aku telah
mengalami apa yang kalian alami.
Pergilah ke bapak kalian (yang satunya) sesudah bapak kalian (yakni: Adam),
yaitu kepada Nuh (sesungguhnya) Allah telah
memilih Adam,
Nuh keluarga Ibrahim dan keluarga Imron memiliki semua umat
(dimasa mereka masing-masing)
(QS. 3: 33).
Beliau
bersabda: mereka pergi kepada Nuh as. Mereka mengatakan: Mohonlah kepada
tuhan
engkau untuk kami, yang engkau adalah pilihan Allah dan Allah telah mengabulkan
do’a engkau (yaitu): Jangan Engkau biarkan orang-orang kafir bertempat di atas
bumi.
Lalu Nuh menjawab: jika kalian demikian, bukan kepadaku aku, tetapi
pergilah kepada
Musa as. Karena Allah Azza wa Jalla telah berbicara langsung
kepadanya.
Lalu Musa as berkata: jika kalian demikian, bukan kepada aku, tetapi
pergilah kepada Isa,
dia dapat menyembuhkan orang buta, orang terkena kusta dan
menghidupkan orang mati.
Lalu Isa berkata: jika kalian demikian, aku tidak
dapat berbuat apa-apa, tetapi pergilah kepada
pemimpin anak Adam.
Sesungguhnya
dia adalah orang pertama yang menyebabkan bumi disebut besok pada hari kiamat.
Maka pergilah kalian kepada Muhammad saw.
Dia akan mohon syafa’at kepada
Tuhannya untuk kalian. Beliau bersabda: lalu Jibril as.
Mendatangi Tuhannya,
maka Allah Azza wa Jalla berfirman: beri izin dia, dan gembirakan
dia dengan surga. Beliau bersabda: lalu Jibril pergi bersama beliau, lalu beliau jatuh
sujud
selama satu jum’ah (7 hari), lalu Allah Azza wa Jalla berfirman: Hai
Muhammad: Angkatlah
kepalamu, berkatalah pasti didengarkan, dan mohon syafa’at,
pasti diberi syafa’at.
Beliau bersabda: lalu beliau mengangkat kepalanya,
ketika beliau melihat Tuhan Azza wa Jalla,
beliau jatuh sujud selama satu jum’ah
lagi.
Lalu Allah Azza wa Jalla berfirman: Angkatlah kepalamu berkatalah pasti
didengarkan dan
mohonlah syafa’at, pasti diberi syafa’at.
Lalu beliau jatuh
sujud. Kemudian Jibril as memegang ditengah kedua lengan beliau.
Lalu Allah
Azza wa Jalla mengajarkan suatu doa kepadanya yang tidak pernah Dia ajarkan
kepada manusia. Lalu beliau mengucapkan Wahai Tuhan, Engkau telah menjadikan
aku
pemimpin anak Adam, dan tidak sombong. Dan orang pertama yang menyebabkan
bumi
disebut besok pada hari kiamat. Dan tidak congak, sehingga beliau datang
di telaga, yang
jaraknya lebih jauh dari pada Shon’a dan Ailah. Kemudian
dikatakan panggilah para
shiddiqin, lalu mereka diberi syafa’at. Kemudian
dikatakan: panggilah para nabi.
Lalu seorang nabi datang dengan beberapa pengikutnya.
Dan seorang nabi (datang) dengan
5 sampai 6 pengikutnya, dan seorang nabi
datang tanpa pengikutnya. Kemudian dikatakan:
panggilah para syuhada.
Lalu bagi
yang menginginkan syafa’at diberi syafa’at dan beliau bersabda: setelah para
syuhada berbuat demikian, beliau bersabda Allah Azza wa Jalla
berfirman:
masuklah ke surga orang yang tidak menyekutukan Aku dengan suatu apapun.
Beliau
bersabda: lalu mereka masuk surga. Beliau bersabda: kemudian Allah Azza wa
Jalla
berfirman: lihatlah kalian ke neraka: Adakah kalian jumpai seseorang yang
tidak pernah
mengerjakan kebaikan? Beliau bersabda: Maka para malaikat
menemukan seorang pria di
dalam neraka, lalu dia ditanya: Apakah kamu pernah
mengerjakan kebajikan?
Dia menjawab: Tidak (pernah). Kecuali saya dahulu (di
dunia) sangat mudah dalam
berjual beli dengan manusia. Lalu Allah Azza wa Jalla
berfirman: supaya kalian beri
kemudhan untuk hamba-Ku ini, sebagaimana dia
sangat mudah kepada hamba-hambaKu.
Kemudian para malaikat mengeluarkan seorang
pria (yang lain) dari neraka.
Lalu dia ditanya: Apakah kamu pernah mengerjakan
kebaikan?
Dia menjawab : Tidak (pernah) kecuali saya (dahulu), telah menyuruh
anak saya,
jika saya telah mati: hendaklah kalian membakar saya dengan api,
kemudian
tumbuklah saya (hingga lembut), sehingga saya menjadi (lembut) seperti
celak,
lalu bawalah saya ke laut, dan hamburkan saya, ketika ada angin. Maka
demi Allah,
Tuhan semesta Alam tidak mempersempit saya selamanya. Lalu Allah
Ta’ala bertanya
mengapa kamu kerjakan yang demikian itu, dan dia menjawab:
Karena takut kepada
Engkau. Beliau bersabda: Lalu Allah Azza wa Jalla
berfirman: lihatlah kepada kerajaan
seorang raja yang paling agung.
Sesungguhnya seperti itu untuk kamu, juga sepuluh (10)
lagi seperti itu.
Seperti itu. Beliau bersabda: Lalu (pria itu) berkata: Mengapa Engkau
mengejek
saya, padahal Engkau Raja? Beliau bersabda: Dan itulah yang menyebabkan
aku
tertawa sejak pagi.
Derajat
Hadits: Hasan (Bagus)
Rawi Hadits:
Ahmad dalam:
Musnadnya. (1/4-5) dia mengatakan: menceritakan kepadaku
Ibrahim bin Ishaq
At-Thaliqoni dia berkata: telah menceritakan kepadaku
An-Nadlor bin Syumail
Al-Mazini dia berkata: telah menceritakan kepadaku
Abu Nu’amah dia berkata:
telah menceritakan kepadaku Abu Hunaidah
Al-Barrok bin Naufal dari Waalaan
Al-‘Adawi dari Hudzaifah dari
Abu Bakar As-Shiddiq, lalu menyebutkannya.
Ibrahim bin
Ishaq At Thaliqoni: banyak benarnya.
An Nadlor
bin Syumail: kepercayaan
Abu Nu’amah
ialah: Amr bin Isa Al-Adawi kepercayaan, tetapi sebelum
matinya telah kacau
hafalannya seperti dalam kitab Al Jarh wat Ta’dil (6/251).
Al-Barrak
bin Naufal: kepercayaan, seperti diterangkan dalam:
Kitab Al Jarh wat Ta’dil
(2/400).
Waalaan
Al-‘Adawi, Ibnu menganggapnya kepercayaan seperti di terangkan
dalam kitab:
Al-Jarh (9/43).
Ibnu Abi
‘Ashi meriwayatkan hadits ini secara ringkas dan ada yang secara
panjang lebar
dalam kitab: As-Sunnah: (751, 812).
Ibnu Hibban
dalam: Kitab: Mawarid (2589)
Al-Bazzar
dalam: Kitab: Kasyaf (3465). Periksalah dua hadits dalam kitab kami
ini pada
no.70 dan 75.
======
Sumber
: Hadits Qudsi Shahih dan Penjelasannya, Al Imam Abi Al Hasan Nuruddin,
Ali bin Sulthan Muhammad Al-Qoriy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar