Selasa, 27 Desember 2016

Hadis-Hadis Lemah Dan Palsu Tentang Keutamaan Hari ke-10 Muharram (1)



Hadis-Hadis Lemah Dan Palsu Tentang Keutamaan Hari ke-10 Muharram (1) 

Syaikh DR. Aqil bin Salim Asy-Syamari ḥafiẓahullāh menjelaskan 
bahwa terdapat banyak hadis lemah tentang (keutamaan hari ke-10 
bulan Muharram) 



Berikut ini terjemahan dari artikel yang berjudul `aḥādīṡ lā taṣiḥu fī yaumi ‘āsyūrā` 
(hadis-hadis lemah tentang keutamaan hari ke-10 Muharram), karya Syaikh 
DR. Aqil bin Salim Asy-Syamari ḥafiẓahullāh, semoga Allah menjadikan tulisan beliau ini 
sebagai sebab terhindarnya kaum muslimin dari kesalahan keyakinan tentang keutamaan hari 
yang disebut dengan hari ‘asyura, yaitu hari ke-10 bulan Muharram.
Syaikh DR. Aqil bin Salim Asy-Syamari ḥafiẓahullāh menjelaskan bahwa terdapat banyak 
hadis lemah tentang (keutamaan hari ke-10 bulan Muharram) yang saya kumpulkan dari 
perkataan ulama -semoga Allah merahmati mereka dengan rahmat yang luas-, 
di antaranya yaitu:

Pertama:
إن الله خلق السماوات والأرض يوم عاشوراء
Sesungguhnya Allah menciptakan langit-langit dan bumi pada hari ke-10 bulan 
Muharram” (Mauḍū‘ [Hadits palsu]).

Kedua:
من اكتحل يوم عاشوراء بالإثمد لم ترمد عينه أبدا
Barangsiapa yang bercelak dengan serbuk celak itsmid pada hari ke-10 bulan Muharram, 
maka matanya tidak akan terkena penyakit mata selamanya” (HR. Al-Hakim dan beliau 
menjelaskan bahwa hadis ini munkar. Ibnul Jauzi menyebutkannya dalam kitab Al-Mauḍū‘āt 
[kumpulan hadits-hadits palsu]).

Ketiga:
من صام يوم عاشوراء كتب الله له عبادة ستين سنة
Barangsiapa yang berpuasa pada hari ke-10 bulan Muharram, niscaya Allah akan 
mencatat baginya (pahala) ibadah 60 tahun” (hadis ini batil, diriwayatkan oleh Habib bin 
Abi Habib, Al-Haitsami menyatakan bahwa Habib bin Abi Habib adalah seorang yang 
ditinggalkan periwayatannya [matrūk] dan pendusta [każżāb]).

Keempat:
من وسع على عياله يوم عاشوراء وسع الله عليه في سنته كلها
 
Barangsiapa yang melapangkan orang yang menjadi tanggungan nafkahnya pada 
hari ke-10 bulan Muharram, maka Allah pun akan melapangkan (urusan)nya dalam 
satu tahun penuh” (Al-Haitsami bin Syaddakh menyendiri [dalam meriwayatkannya], 
sedangkan ia adalah perawi yang a‘īf dengan kesepakatan para ulama. Imam Ahmad 
pun menyatakan bahwa hadis ini tidak ada asalnya. Ibnul Rajab menerangkan bahwa 
sanandnya lemah dan Ibnul Zauji pun menyebutkannya dalam Al-Mauḍū’).

Kelima:

إن آدم تاب الله عليه يوم عاشوراء ، ونوحاً نجاه الله يوم عاشوراء وإبراهيم نجاه الله من النار يوم عاشوراء ويونس أخرجه الله من بطن الحوت يوم عاشوراء ويعقوب اجتمع بيوسف يوم عاشوراء والتوراة نزلت يوم عاشوراء

“Sesungguhnya Allah menerima taubat Nabi Adam pada hari ke-10 bulan Muharram, 
Allah menyelamatkan Nabi Nuh pada hari ke-10 bulan Muharram, Allah menyelamatkan 
Nabi Ibrahim dari api pada hari ke-10 bulan Muharram, Allah mengeluarkan Nabi Yunus 
dari perut ikan besar pada hari ke-10 bulan Muharram, Nabi Ya’qub berkumpul dengan 
Nabi Yusuf pada hari ke-10 bulan Muharram, serta At-Taurah diturunkan pada hari 
ke-10 bulan Muharram.”
Dan beberapa hadis semisalnya, maka seluruhnya dusta, tidak ada asalnya, serta derajatnya 
lemah kecuali riwayat tentang selamatnya Nabi Musa ‘alaihis salām dan kaumnya dari 
musibah tenggelam.

Catatan

Yang dimaksud hadis lemah dalam artikel di atas mencakup seluruh hadis lemah, seperti 
mungkar, palsu, dan hadis lain yang tidak bisa diterima sebagai dalil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar