Aku Melihat
Orang Lain....
Assalamu'alaikum
wbr.
Saudaraku ,
sahabatku , ihwahtan iman islam yang di muliakan dan di rahmati Allah .
Marilah
perbanyak syukur atas nikmt-Nya yang begitu banyak , tak terhitung
jumlahnya.
Terkadang
.......
Aku melihat
hidup orang lain begitu nikmat,_
*_Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah …_*
*_Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah …_*
_Aku melihat
hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan,_
*_Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri …_*
*_Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri …_*
_Aku melihat
hidup saudaraku tenang tanpa ujian,_
*_Ternyata ia begitu menikmati badai hujan dalam kehidupannya …_*
*_Ternyata ia begitu menikmati badai hujan dalam kehidupannya …_*
_Aku melihat
hidup sahabatku begitu sempurna,_
*_Ternyata ia hanya berbahagia menjadi apa adanya …_*
*_Ternyata ia hanya berbahagia menjadi apa adanya …_*
_Aku melihat
hidup tetanggaku beruntung,_
*_Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung …._*
*_Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung …._*
Setiap hari
aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui …
Ternyata aku
yang kurang mensyukuri nikmat Mu …
Bahwa di
belahan dunia lain masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki saat ini …
Dan satu hal
yang aku ketahui, bahwa *_Allahu Rabbi_* tak pernah mengurangi
ketetapanNya.
_Hanya aku
lah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan Ilahi…_
Maka aku
merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain..
Mungkin aku
tak tahu dimana rezekiku..
Tapi rezekiku tahu dimana diriku..
Tapi rezekiku tahu dimana diriku..
Dari lautan
biru, bumi dan gunung, Allah Ta’ala telah memerintahkannya menuju
kepadaku…
Allah Ta’ala
menjamin rezekiku, sejak 4 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku …
*_Amatlah
keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja …_*
_Karena
bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya …_
*_Melalaikan
kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah
kekeliruan berganda
…_*
_Manusia
membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok
akan ditinggal
mati …_
*_Mereka lupa
bahwa hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa
yang telah
dinikmatinya …_*
*_Rezeki tak
selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya ..
tak
disangka sangka…_*
Air Zam-Zam,
bolak balik 7x shafa - marwa, tapi zamzam
justru muncul dari kaki
sang bayi, Ismail ‘alayhissalam.
*Usaha itu
perbuatan.. Rezeki itu kejutan dan harus dijemput…_*
Setiap apa
yang kita dapatkan , caranya, asal usulnya , apa yang telah kita perbuat ,
kelak akan ada LPJnya( laporan pertanggung jawaban nya).
*_“Darimana dan digunakan untuk apa”_*
Karena rezeki hanyalah *“hak pakai alias dipinjami”*, bukan *“hak milik”* …
*_“Darimana dan digunakan untuk apa”_*
Karena rezeki hanyalah *“hak pakai alias dipinjami”*, bukan *“hak milik”* …
*Halalnya
saja dihisab dan haramnya diadzab !*
Maka, aku
tidak boleh merasa iri pada rezeki orang lain …
Bila aku iri
pada rezeki orang, sudah seharusnya juga iri pada takdir kematiannya….
Istighfar
yang banyak yukkkk.
Dakwahkan ,
sampaikan kepada siapa saja , hidayah hak prerogatif Allah .
Kita hanya
menyampaikan.
Semoga
bermanfaat..
Wasallamu'alaikum
wbr.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar