Senin, 26 Desember 2016

NIKMAT DAHWAH



NIKMAT DAHWAH

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. SubhanAllah,

"sehebat apapun ma'shiyat seseorang selama hidupnya, masih ada peluang 
HIDAYAH ALLAH, dan sebaliknya sealim seperti apapun seseorang selama hidupnya, 
masih ada peluang KUFUR NI'MAT".

Karena itulah Allah melarang kita untuk tidak sekali kali merasa PALING SUCI,

 "Janganlah kalian sekali kali merasa diri kalian paling suci, sungguh hanya Allah yang 
paling mengetahui siapa yang paling bertaqwa..."
(QS An Najm 32).

Dan Rasulullah pun mengingatkan akan bahaya bangga diri dengan  mengulangi tiga kali, 
yang paling kutakuti pada kalian "al ujba, al ujba, al ujba", dan nasehat 
Rasulullah ini justru ditujukan pada para sahabat yang sholeh sholeh.
Tentu larangan Allah ini kepada hamba yang bertaqwa karena sayangnya Allah kepada
mereka, agar tidak "ge er" sombong karena ketaqwaannya, agar tetap ISTIQOMAH TAAT,
dan agar tetap TAWADHU, rendah hati pada makhlukNya, SubhanAllah.
Dan Rasulullah melarang kita mencaci maki mereka yang berbuat ma'shiyat, mengapa?
Siapa tahu kemudian mereka malah meraih hidayah Allah, lalu bertaubat sungguh sungguh.
Dan juga tidak sedikit yang awalnya alim kemudian tergoda malah akhirnya menjadi orang
yang  paling rajin berma'shiyat.
Sungguh sahabat sholehku, seorang mu'min yang mengenal Allah itu sangat mencintai Allah
dan mahklukNya. Ia pun sangat senang menghinakan dirinya dihadapan Robb nya dengan
LAMA SUJUD dalam munajat di penghujung malamnya. Buahnya pun ialah belas kasih,
sayang, cinta, dermawan dan rendah hati pada makhlukNya.
Sungguh kegelapan tidak akan terang dengan  caci maki, bawakan lentera da'wah dengan
kasih sayang, kesabaran, kalimat hikmah dan keteladanan. Tidak pernah ada gelap
mengalahkan yang terang. Hanya soal waktu karena itulah "tawashou bilhaqqi"
kebenaran diikuti dengan "tawashou bishshobri" kesabaran.

INGAT! BATU PECAH BUKAN KARENA PUKULAN KESERIBU KALINYA,
TETAPI KARENA TERUS MENERUS DIPUKUL, MAKA SETIAP PUKULAN
ANDIL MEMECAHKAN KERAS BATU ITU.

Begitulah da'wah sahabatku.
Karena itulah teruslah istiqomah taat kepada Allah dengan menghidupkan sunnah sunnah
nabiNya, rendahkanlah hati ini, jangan pesimis, jangan sinis, dan jangan sekali kali
memvonis siapapun. KEWAJIBAN KITA BERIBADAH DAN BERDA'WAH,
tetapi tidak wajib hasil, hidayah adalah haq Allah, sahabatku.

Allahuuma ya Allah tancapkan di hati kami keindahan iman,
fahamkan kami kebenaran dan kemuliaan agamaMu,
Berilah hikmah Alqur'an dan As Sunnah nabiMu,
Hiasilah hidup kami dengan kesenangan ibadah dan ketawdhuan.
Aamiin, aamiin, aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar