Adakah
Anjuran Memperlama Sujud Terakhir untuk Berdo’a?
Oleh:
Ustadz Muhammad Abduh
Tuasikal, MSc
Segala puji bagi Allah, pemberi segala nikmat. Shalawat dan
salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Kita ketahui bersama bahwa do’a ketika sujud adalah waktu
terbaik untuk berdo’a.
Seperti disebutkan dalam hadits,
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
“Yang paling dekat antara seorang hamba dengan
Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.”
(HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah)
Namun seringkali kita lihat di lapangan, sebagian orang
malah seringnya memperlama sujud terakhir ketika shalat, tujuannya adalah agar
memperbanyak do’a ketika itu. Apakah benar bahwa saat sujud terakhir mesti
demikian? Semoga sajian singkat ini bermanfaat.
Al Baro’ bin ‘Azib mengatakan,
كَانَ رُكُوعُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَسُجُودُهُ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ وَبَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ قَرِيبًا مِنَ السَّوَاءِ
“Ruku’, sujud, bangkit dari ruku’ (i’tidal),
dan duduk antara dua sujud yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam, semuanya hampir sama (lama dan thuma’ninahnya).”
(HR. Bukhari no. 801 dan Muslim no. 471)
Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin pernah ditanya,
“Apakah diperkenankan memperpanjang sujud
terakhir dari rukun shalat lainnya, di dalamnya seseorang memperbanyak do’a dan
istighfar? Apakah shalat menjadi cacat jika seseorang memperlama sujud
terakhir?”
Beliau rahimahullah menjawab,
“Memperpanjang sujud terakhir ketika shalat
bukanlah termasuk sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena yang
disunnahkan adalah seseorang melakukan shalat antara ruku’, bangkit dari ruku’
(i’tidal), sujud dan duduk antara dua sujud itu hampir sama lamanya.
Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam hadits Baro’ bin ‘Azib, ia berkata, “Aku
pernah shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendapati bahwa
berdiri, ruku’, sujud, duduk beliau sebelum salam dan berpaling, semuanya
hampir sama (lamanya). ”
Inilah yang afdhol. Akan tetapi ada tempat do’a selain sujud
yaitu setelah tasyahud (sebelum salam).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengajarkan
‘Abdullah bin Mas’ud tasyahud, beliau bersabda, “Kemudian setelah tasyahud,
terserah padamu berdo’a dengan doa apa saja”.
Maka berdo’alah ketika itu sedikit atau pun lama setelah
tasyahud akhir sebelum salam.
(Fatawa Nur ‘ala Ad Darb, kaset no. 376, side B)
Selengkapnya:
https://rumaysho.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar