Ketika harap
manusia tak ada harga
Ustadz Oemar Mita, Lc
Disaat engkau mengetuk pintu kebaikan manusia, namun mereka
tak mengacuhkanmu,
Disaat engkau percaya pada seseorang, namun dia
mengkhianatimu,
Disaat engkau berharap pada seseorang yang kau anggap bisa
diharapkan, namun ternyata ia mengecewakanmu,
Maka disaat itulah Allah ingin agar engkau kembali dan hanya
berharap kepada-Nya saja.
Bila Allah
menginginkan kemudahan bagi hamba-Nya, maka jalan keluar akan datang dari jalan
yang tidak disangka-sangka.
Orang yang paling berbahagia di dunia ini adalah orang yang
menghadapkan wajahnya pada Allah.
Orang-orang yang paling bahagia di dunia, adalah orang yang
menautkan hatinya pada Allah. Dirinya yakin bahwa jalan keluar dari berbagai
kesulitan akan datang dari Allah.
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang
ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan,
dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi
kesayangan-Nya. “
(An-Nisa:125)
Ketika manusia menghinamu, ketahuilah bahwa mereka tidak
dapat membuat engkau mulia atau hina. Ketika engkau memelas kepada manusia
namun mereka mengejekmu , Maka ketahuilah bahwa mereka tidak dapat memberi
manfaat maupun mudharat padamu.
Jika musibah dan hinaan manusia begitu hebatnya, Maka
ketahuilah bahwa engkau memiliki Allah yang tidak akan pernah mengecewakanmu,
engkau memiliki Allah yang mendengar segala keluh-kesahmu, engkau memiliki
Allah yang maha Mengetahui segala yang yang tersembunyi, engkau memiliki Allah
yang menunjukkan kasih sayang-Nya padamu. Dia suka saat engkau meminta
pada-Nya.
“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam
kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan
yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah ada tuhan
selain Allah?…”
(An-Naml:62)
“dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya:
“(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan
Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.
(Al-Anbiya : 83)
“Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami
lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya,
dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami
dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.“
( Al-Anbiya : 84)
Tidaklah seorang hamba berdoa dengan tulus ketika musibah
menimpanya, kecuali Allah memberinya satu dari dua perkara:
Jika Allah mengetahui
bahwa kesulitannya lebih baik diangkat, maka Dia akan mengangkatnya segera.
Dan jika Allah mengetahui bahwa kesulitan tersebut belum
saatnya diangkat, maka Allah akan mengilhamkan keyakinan, keimanan dan
ketundukan pada takdir-Nya. Sehingga dia merasakan musibah itu bagai nikmat
yang harus disyukuri. Dan derajatnyapun ditinggikan.
Saat musibah menimpa, justeru saat itu adalah saat yang
tepat untuk menyepi dengan Allah, membiarkan diri hanyut terbawa dalam lautan
munajat.
Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang hanya
mengeluh pada Allah, bukan pada maunisa,
Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang hanya yakin
kepada Allah bukan pada fulan dan fulan.
Tujuan dari ujian adalah agar engkau lari menuju Allah…
Tujuan dari ujian adalah agar seorang hamba hanya mengadu
pada-Nya dan berpaling dari selain-Nya.
Disarikan dari taujihat Syaikh Muhammad bin Muhammad
Al-Mukhtar As- Syinqity -hafidzahullah-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar